
AMLAPURA, BALIPOST.com – Badan Pengelola FKSPA Besakih bersama UPTD KPH Bali Timur secara intensif melakukan screening dan pemantauan penggunaan plastik ke para pamedek yang melakukan persembahyangan serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih.
Screening ini dilakukan sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.
Humas Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Putu Murdiana Jaya mengungkapkan, pamedek pada Karya IBTK tahun ini sudah lebih sadar dan peduli terhadap kebersihan serta kesucian Pura Agung Besakih. Namun, masih ditemukan beberapa pamedek yang membawa dan menggunakan tas plastik sekali pakai untuk membungkus sarana upacara yang dibawa. “Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pamedek tahun ini lebih sadar dan sangat sedikit yang membawa tas plastik,” ucapnya.
Murdiana Jaya mengatakan, screening ini merupakan langkah preventif yang kami lakukan untuk memastikan Pura Agung Besakih bersih dari sampah plastik sekali pakai. “Selain itu, kami juga tetap melakukan edukasi kepada pamedek agar tidak lagi membawa plastik apabila sembahyang ke Pura Agung Besakih,” katanya.
Dia menjelaskan, kios-kios di kawasan Pura Agung Besakih juga telah menyediakan tas kain ramah lingkungan. Apabila plastik sekali disita oleh petugas, pamedek dapat menggantinya dengan opsi yang lebih ramah lingkungan.
“Pamedek bisa membeli secara mandiri di kios-kios yang tersedia apabila diperlukan,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)










