
SINGASANA, BALIPOST.com – Pembongkaran bangunan SDN 3 Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, yang ambruk pada Rabu (6/5) berjalan tersendat. Proses yang masih dilakukan secara manual dinilai kurang efektif, sehingga BPBD Tabanan menyarankan penggunaan alat berat untuk mempercepat perataan bangunan.
Pembongkaran melibatkan petugas BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat setempat namun masih mengandalkan tenaga manual. Dimana dalam pembongkaran tersebut petugas hanya menggunakan tali tambang besar yang diikatkan pada rangka atap, lalu ditarik bersama-sama guna merobohkan bangunan.
Namun cara tersebut rupanya memakan waktu cukup lama. Dalam kurun waktu sekitar tiga jam, sejak pukul 08.00 Wita hingga 11.00 Wita, baru dua bangunan yang berhasil dirobohkan. Sementara ruang UKS dan satu ruang kelas lainnya masih berdiri karena struktur bangunannya relatif kokoh.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Made Sukanitera, mengatakan pembongkaran secara menyeluruh tidak bisa dituntaskan dalam satu hari jika tetap menggunakan metode manual. Hasil koordinasi dengan BPBD pun merekomendasikan penggunaan alat berat.
“Pembongkaran terkendala karena ada struktur bangunan yang masih kuat. Disarankan menggunakan alat berat agar lebih efektif,” ujarnya.
Ia berharap proses perataan bangunan hingga pengangkutan material sisa bisa segera diselesaikan agar tidak membahayakan siswa maupun guru.
Kepala SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana, menambahkan pihaknya masih menunggu arahan terkait pengerahan alat berat, termasuk kendaraan pengangkut material. Untuk mendukung akses, sebagian pagar sekolah direncanakan akan dibongkar.
Di tengah proses tersebut, kegiatan belajar tetap berjalan terbatas. Siswa kelas IV, V, dan VI sempat masuk sebentar sebelum dipulangkan, sementara kelas I, II, dan III masih belajar daring. “Hanya sempat masuk sebentar, kemudian dipulangkan setelah menerima MBG,” pungkasnya.(Puspawati/balipost)










