
SINGASANA, BALIPOST.com – Persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) kembali jadi kendala serius operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan. Kekosongan BBM jenis Pertadex menyebabkan aktivitas pembuangan dan penataan sampah di TPA sempat lumpuh selama dua hari atau sejak Sabtu (25/4).
Akibat kondisi tersebut, dua unit alat berat tidak dapat dioperasikan, sehingga puluhan truk pengangkut sampah terpaksa mengantre dan tidak bisa membuang muatan. Sebelumnya, aktivitas di TPA Mandung sempat berjalan normal sejak Kamis (23/4).
Namun, upaya penataan sampah kembali terhenti hingga Sabtu (25/4) lantaran petugas harus bekerja lembur untuk menangani tumpukan sampah yang sempat mengantre akibat kekosongan BBM beberapa hari sebelumnya. Intensitas kerja yang tinggi membuat kebutuhan bahan bakar meningkat drastis, sehingga stok Pertadex kembali habis dalam waktu singkat.
Tumpukan sampah juga terlihat di sejumlah titik. Kondisi ini juga berdampak pada terganggunya layanan pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan sejak Sabtu (26/4) karena armada tidak memperoleh pasokan BBM.
Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Kabupaten Tabanan, I Wayan Atmaja, menjelaskan kekosongan BBM terjadi sejak Sabtu, sehingga aktivitas alat berat di TPA Mandung terhenti total. “BBM kembali kosong, sehingga truk angkut sampah tidak bisa buang sampah,” ujarnya.
Menurutnya, pasokan BBM baru kembali tersedia pada Senin sekitar pukul 14.00 Wita dari Pertamina Abiantuwung. Dengan kedatangan BBM tersebut, dua alat berat akhirnya kembali bisa beroperasi untuk meratakan tumpukan sampah yang mengantre selama dua hari terakhir.
Saat ini, pihaknya baru memperoleh 160 liter Pertadex dan masih mengupayakan tambahan 320 liter yang masih dalam antrean. “Sudah dapat 160 liter BBM. Kami juga sedang mengupayakan tambahan 320 liter, namun masih antre. Mudah-mudahan bisa segera didapat,” jelasnya.
Atmaja memperkirakan, stok yang ada hanya cukup untuk operasional sekitar dua hari, tergantung volume sampah yang harus ditangani. Beban kerja alat berat juga meningkat karena selama dua hari sebelumnya tidak ada aktivitas pembuangan di TPA.
Masalah keterbatasan BBM ini, menurutnya, sudah berulang kali terjadi. Pasokan Pertadex dari Pertamina Abiantuwung yang menjadi mitra kerja sama Pemkab Tabanan dinilai masih terbatas, sementara secara administrasi pembelian tidak dapat dilakukan di lokasi lain. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terlebih di tengah kebijakan Pemkab Tabanan yang mulai 1 Mei 2026 menetapkan TPA Mandung hanya menerima sampah residu.(Puspawati/balipost)










