Warga bersama Kodim 1617/Jembrana bergotong royong membangun jembatan Garuda yang menghubungkan pemukiman warga di Banjar Nusamara, Desa Yehembang Kangin, Jembrana. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Banjar Nusamara, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, terus digenjot. Hingga Jumat (24/4/), pengerjaan telah memasuki tahap abutmen atau pondasi penahan tanah di kedua sisi jembatan, yang menjadi bagian vital dalam menopang kekuatan konstruksi.

Banjar Nusamara sendiri berada di wilayah paling ujung utara Desa Yehembang Kangin. Kawasan ini tidak hanya dikenal karena letaknya yang cukup terpencil, tetapi juga memiliki nilai historis tinggi. Di banjar ini berdiri sebuah monumen kemerdekaan yang dibangun sebagai penanda titik perjuangan para pahlawan saat merebut kemerdekaan.

Baca juga:  Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk di Gilimanuk

Jejak sejarah tersebut menjadikan Nusamara bukan sekadar wilayah pemukiman, melainkan juga ruang pengingat perjuangan bangsa.

Pembangunan jembatan ini sangat dinantikan warga. Sebelumnya, sebanyak 56 kepala keluarga di Banjar Nusamara sempat terisolasi akibat putusnya jembatan penghubung yang tersapu banjir bandang beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, aktivitas warga terganggu karena harus melewati jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit.

Di lapangan, pengerjaan jembatan turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Warga setempat tampak bergotong royong bersama personel TNI, bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Meski harus menghadapi panas terik dan medan yang menantang, semangat kebersamaan tetap terjaga.

Baca juga:  Pembangunan Jembatan Ceningan-Lembongan Gunakan APBN Rp 112 Miliar, Dikerjakan Tahun 2026

Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf. S.Y. Gafur Thalib, mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka kembali akses wilayah yang sempat terisolasi. Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menuntaskan pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas dan faktor keselamatan.

“Jembatan ini menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat setempat. Karena itu, seluruh sumber daya dikerahkan agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan warga,” ujar Dandim 1617/Jembrana.

Baca juga:  Resah, Pedagang Pasar Umum Negara Datangi DPRD

Dengan progres yang terus berjalan serta dukungan masyarakat, Jembatan Perintis Garuda diharapkan segera rampung. Keberadaan jembatan ini nantinya tidak hanya memulihkan konektivitas wilayah, tetapi juga menggerakkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi warga Banjar Nusamara. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN