Proses penanganan longsor di wilayah Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan sejak Minggu (22/2), memicu bencana longsor di sejumlah titik. Kecamatan Selemadeg menjadi wilayah terdampak paling banyak dengan lima titik longsor, termasuk putusnya jembatan alternatif penghubung Banjar Soka–Antap.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor sempat mengganggu akses warga karena terjadi di ruas jalan kabupaten maupun jalan desa yang kerap dilintasi masyarakat. Aparat desa dan kecamatan langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan pengamanan lokasi.

Camat Selemadeg, I Wayan Budhiarsana, menjelaskan salah satu titik terparah terjadi di jembatan alternatif penghubung Banjar Soka dengan Antap. Jembatan sepanjang kurang lebih 36 meter itu tergerus arus sungai Yeh Otan hingga menyebabkan bagian sepanjang 2,5 meter jebol. “Jembatan ini jalur alternatif. Biasanya saat terjadi kemacetan di jalur utama, banyak kendaraan melintas di sini. Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan pengendara, sementara kami tutup sambil berkoordinasi dengan Perbekel Desa Antap karena ini merupakan jalan desa,” ujarnya, Senin (23/2).

Baca juga:  Longsor di Nusa Penida, Sejumlah Pura Rusak

Selain itu, longsor juga terjadi di jalan kabupaten wilayah Bukit Buwung, Banjar Kikian, Desa Pupuan Sawah. Material longsor sempat menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas pada dini hari. Namun, pembersihan material longsor sudah langsung dilakukan sehingga akses jalan tersebut kini sudah bisa dilintasi kembali.

Titik longsor lainnya terjadi di jalan kabupaten Banjar Babakan dan Banjar Pajahan, Desa Wanagiri. Di Banjar Babakan, longsor tidak sampai menutup seluruh badan jalan sehingga arus lalu lintas tetap bisa berjalan meski dengan kewaspadaan.

Baca juga:  Tertimpa Batu Galian, Buruh Tewas

Tidak hanya di Selemadeg, cuaca ekstrem juga memicu longsor di Kecamatan Pupuan yang memang masuk peta rawan longsor. Berdasarkan pemetaan BPBD Tabanan, wilayah ini termasuk kawasan mitigasi bencana. Di Pupuan, longsor menutup jalan penghubung Jelijih Punggang–Belimbing.

SementRa Camat Pupuan, I Gusti Kade Dwipayana, mengatakan jalur tersebut memang bukan jalan utama, namun kerap dilintasi warga menuju sawah dan kebun. “Saat ini Trantib Kecamatan bersama BPBD masih melakukan assessment di lapangan. Untuk lokasi lainnya sementara masih aman,” jelasnya.

Baca juga:  Hujan Deras, Dua Jalan di Bangli Tertimbun Longsor

Terkait dengan cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini, pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi. Warga yang melintas di jalur rawan longsor diminta berhati-hati serta segera melapor jika menemukan retakan tanah atau potensi pergerakan material yang membahayakan.(Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN