Pembangunan jembatan di Kecamatan Mendoyo yang sebelumnya rusak diterjang banjir. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Jembatan rusak yang selama ini menjadi keluhan warga di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, akhirnya mendapat penanganan. TNI Angkatan Darat melalui Kodim 1617/Jembrana mulai membangun jembatan penghubung di dua desa yang sebelumnya hanya mengandalkan akses darurat.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama, Senin (30/3). Dua titik yang menjadi prioritas yakni di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yehembang Kauh, serta Banjar Nusamara, Desa Yehembang Kangin.

Baca juga:  Ulahpati Masih Terjadi, Legislator Badung Soroti Pagar dan CCTV di Jembatan Tukad Bangkung

Selama ini, warga di dua lokasi tersebut harus melintasi jembatan seadanya berbahan bambu yang rawan rusak, terutama saat musim hujan. Kondisi itu kerap menghambat aktivitas warga, mulai dari bekerja, bersekolah hingga distribusi hasil pertanian.

Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf. Sy. Gafur Thalib mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program karya bakti TNI AD yang bertujuan membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur dasar. Dua jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang berbeda.

Baca juga:  Warga NTT Ditusuk di Kos-kosan Jalan Seram

Untuk di Desa Yehembang Kauh sekitar 30 meter, sedangkan di Yehembang Kangin mencapai 85 meter. Jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah pembangunan ini. Ia menyebut pembangunan jembatan tersebut sudah lama dinantikan warga karena kondisinya yang sebelumnya rusak dan tidak memadai.

Baca juga:  Pesisir Tabanan Diterjang Gelombang Pasang, Perahu Nelayan Rusak

Selain pembangunan fisik, perbaikan juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial kepada warga sekitar. Masyarakat tampak antusias dan berharap proyek ini segera rampung sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terkendala akses yang rusak. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN