Kondisi jembatan penghubung Desa Peken Belayu dengan Desa Kukuh, Kecamatan Marga.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kondisi jembatan penghubung Desa Peken Belayu dengan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, kian memprihatinkan. Infrastruktur yang menjadi akses vital antarwilayah ini terancam putus menyusul tergerusnya tebing penyangga oleh aliran Sungai Yeh Gangga, Rabu (15/4).

Camat Marga, I Gede Nengah Sudiarta, mengatakan, kondisi tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat. Pihaknya menilai struktur jembatan cukup rentan karena dibangun di atas terowongan tanpa dilengkapi pengaman memadai. Ditambah lagi erosi yang terjadi di sisi jembatan semakin meluas, karena setiap kali kendaraan bertonase besar melintas, pergerakan tanah di sekitar tebing kerap terjadi dan memicu longsoran baru. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.

Baca juga:  Akselerasi Pertumbuhan Ekosistem Startup, Bali Startup Summit Digelar

“Kalau tidak segera ditangani, sangat berpotensi putus. Apalagi setiap kendaraan besar lewat, tebingnya terus tergerus,” ujarnya.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melakukan penanganan dengan memangkas pohon-pohon di sekitar jembatan, khususnya di sisi timur. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban tanah yang sudah labil.

Apalagi di bagian bawah jembatan, terdapat Pura Anyar dan Pura Agung yang turut berpotensi terdampak jika longsor kembali terjadi.

Baca juga:  Gubernur Koster Tegaskan Bali Emisi Nol Bersih 2045 Percepat Terwujudnya "Nangun Sat Kerthi Loka Bali"

Terkait dengan penanganan lebih lanjut masih menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi Bali, mengingat status jalan berada di bawah kewenangan provinsi. Jalur ini sendiri tergolong strategis karena menghubungkan wilayah Tabanan dengan Badung.

Anggota DPRD Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi, menyebut pihaknya telah menyampaikan laporan kepada pemerintah provinsi. Bahkan, tim dari Bina Marga Provinsi Bali telah melakukan peninjauan lapangan.

“Kami harapkan segera ada penanganan, baik darurat maupun permanen. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga:  Lahan Pertanian Kian Tergerus, Harga Lahan dan Minimnya Minat Generasi Muda Jadi Tantangan

Hingga saat ini, belum ada keputusan terkait penutupan sementara akses jembatan. Pemerintah masih menunggu arahan resmi, sembari memantau perkembangan kondisi di lapangan.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN