Aktivitas alat berat ekskavator membuat  lubang penampungan bahan kompos di zona penyangga PKB Klungkung, Rabu (22/4).(BP/yul)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pembuatan lubang untuk menampung bahan kompos hasil tempat pengolahan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS 3R) dari Denpasar di zona penyangga Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Dawan, Klungkung terus dikebut. Kini sudah ada tiga lubang raksasa dibuat di areal tanah milik Pemprov Bali.

Pembuatan lubang berukuran 25 x 30  meter dengan kedalaman 3 hingga 4 meter ini terus dilakukan. Salah satu lubang yang posisinya di selatan bahkan sudah terisi setengah bagian.

Dari pantauan, Rabu (22/4), satu unit alat berat sedang beroperasi membuat lubang. Lokasi lubang-lubang raksasa itu berjarak sekitar 2 kilometer dari jalan raya atau dari Embung Tukad Unda yang masih masuk kawasan PKB.

Baca juga:  Disdik Bali Fasilitasi Pelaksanaan Pendidikan Bagi Pengungsi

Pascadibukanya kembali TPA Suwung untuk sampah organik, aliran bahan kompos ke Klungkung mulai berkurang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Dewa Komang Aswin mengatakan lokasi tersebut merupakan tanah milik Pemprov Bali. Lokasi ini jauh dari permukiman penduduk dan bekas galian C. “Ini bahan kompos, dibuatkan lubang, bahan kompos dimasukan ke dalam lubang,” katanya.

Rencananya setelah menjadi kompos, akan digunakan untuk tanaman di sekitar PKB.

Ia mengakui sebelumnya ada pengiriman bahan kompos cukup banyak dari Denpasar, namun setelah TPA Suwung dibuka kembali untuk sampah organik, volume sampah yang masuk ke lokasi itu mengalami penurunan.

Baca juga:  Lubang Menganga di Jalan Patimura

Aswin menegaskan, fungsi zona penyangga tetap berjalan sebagai bagian dari sistem penanganan yang lebih luas, sebagaimana program jangka panjang Pemprov Bali. “Dengan dibukanya kembali TPA Suwung, tentu bahan kompos yang dibawa ke Klungkung berkurang,” ujarnya.

Sesuai data lapangan, Aswin menambahkan hingga Senin (20/4), pukul 13.00 WITA, baru lima truk pengangkut bahan kompos yang masuk. Angka ini turun jauh dibanding fase awal pengiriman, yakni tujuh truk pada Sabtu (11/4), melonjak menjadi 34 truk pada Minggu (12/4) dan 17 truk pada Senin (13/4). Setelah itu, jumlah truk cenderung menurun di bawah 10 unit per hari karena TPA Suwung kembali dibuka.

Baca juga:  Prokes Jadi Perhatian Serius dalam PKB

Terhadap kondisi ini sejumlah pejabat sudah meninjau lokasi di antaranya Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Rabu (15/4), hingga kunjungan terakhir Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran terkait, Jumat (17/4). Dalam peninjauan tersebut, ditekankan agar pengelolaan dilakukan secara ketat dan pengawasan dijalankan secara konsisten, terutama pada proses penimbunan serta pengendalian dampak lingkungan di sekitar lokasi. (Agung Yuliantara/balipost)

BAGIKAN