Pembeli sedang membeli bahan pangan di pedagang pelataran Pasar Badung, Denpasar. Menjelang Hari Raya Galungan, beberapa pangan di pasar tradisional mulai mengalami peningkatan permintaan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Nilai tukar dolar terhadap rupiah kian menguat, dan saat ini sudah berada di level Rp18.029,20. Kenaikan harga dolar ini menjadi kekahwatiran terhadap harga bahan pokok, terutama yang didatangkan dari luar negeri atau impor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, Jumat (5/6) mengatakan, pihaknya rutin menggelar monitoring harga ke pasar-pasar tradisional sebagai upaya antisipasi kenaikan harga komoditi pokok. Terlebih jelang Hari Raya Galungan yang membuat permintaan masyarakat kian naik.

Baca juga:  Jelang Galungan, Pasokan Babi di Gianyar Dipastikan Mencukupi

Meski demikian, hingga saat ini harga komoditi pokok terpantau masih normal. Terutama untuk komoditi impor, seperti kedelai dan bawang putih. “Hari ini bawang putih ada sedikit kenaikan dari rata-rata Rp30.000 per kilogram menjadi Rp33.000 per kilogram. Tapi kenaikan ini lebih dikarenakan permintaan yang meningkat jelang Galungan,” katanya.

Menurut Sri Utari, beberapa komoditi pokok yang riskan mengalami kenaikan dengan tingginya nilai tukar dolar terhadap rupiah yakni kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe, bawang putih, daging sapi beku, gula pasir serta beras. “Tapi untuk daging sapi beku di pasar tradisonal di Bali tidak ada. Demikian untuk beras itu hanya untuk mengamankan cadangan beras pemerintah,” jelasnya.

Baca juga:  Dilantik, Satu-satunya Perbekel Perempuan di Gianyar

Sri Utari mengatakan, kenaikan harga dolar berpotensi memberi pengaruh pada biaya angkut. Terlebih untuk produk impor. Saat ini untuk harga kedelai masih normal yakni Rp12.000 per kilogram.

Beberapa komoditi lain yang mengalami kenaikan yakni minyak goreng kemasan dari rata-rata Rp20.805 menjadi Rp21.695 per liter. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga yakni, cabai rawit merah yakni dari rata-rata Rp73.333 turun menjadi Rp70.000 per kilogram, cabai keriting dari Rp55.556 menjadi Rp53.333 per kilogram, daging ayam ras dari Rp37.778 menjadi Rp36.111 per kilogram. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Pengembangan Wisata Seaplane Buleleng Barat Terganjal Perizinan
BAGIKAN