
BANGLI, BALIPOST.com – Dua SD di Desa Batur, Kintamani, yakni SDN 1 Batur dan SDN 5 Batur rencananya akan digabung atau diregrouping. Langkah itu diambil menyusul merosotnya jumlah siswa di salah satu sekolah serta adanya rencana pembangunan sentra parkir oleh Pemerintah Provinsi Bali di lokasi tersebut.
Kepala Disdikpora Bangli, I Komang Pariartha membenarkan bahwa kedua sekolah yang berada dalam satu pekarangan itu rencananya akan dilebur menjadi satu. Sejauh ini rencana regrouping tersebut masih dalam pembahasan.
Dijelaskan bahwa meski berada dalam satu lokasi, jumlah siswa di kedua sekolah berbeda cukup signifikan. SDN 5 mengalami penurunan murid sejak beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan pihak sekolah maupun Desa Batur Selatan untuk menarik minat orang tua menyekolahkan anaknya ke SDN 5. Akan tetapi tetap tidak bisa.
Selain persoalan penurunan jumlah siswa, rencana penggabungan kedua sekolah itu juga dipicu karena adanya rencana pembangunan sentra parkir oleh Pemerintah Provinsi Bali di Desa Batur. Jika proyek sentra parkir berjalan, nantinya akan dibangunkan gedung baru di kawasan yang sama untuk sekolah hasil penggabungan. “Rencana regrouping masih dalam pembahasan,” ujar Pariartha.
Sementara itu, Kepala SDN 5 Batur, I Wayan Karwasa menyatakan dukungannya terhadap rencana regrouping tersebut. Ia mengakui sekolahnya sulit bersaing dengan sekolah lain karena minimnya kepercayaan orang tua dan kurangnya tenaga pengajar. “Jumlah guru yang minim otomatis membuat minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN 5 semakin kecil,” ujarnya.
Saat ini jumlah siswa di sekolahnya hanya 30 orang. Sementara, tenaga guru yang ada hanya 5 orang. Kondisi ini bertolak belakang dengan SDN 1 yang memiliki jumlah siswa ratusan. (Dayu Swasrina/balipost)










