Suasana MPLS di salah satu SD di Jatiluwih, Tabanan. (BP/Istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan mulai memetakan rencana regrouping atau penggabungan sejumlah Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2026. Dari hasil pemetaan awal, sekitar 10 sekolah berpotensi digabung menjadi lima sekolah.

Kabid SD Dinas Pendidikan Tabanan, I Made Sukanitera, mengatakan sekolah yang berpotensi diregrouping tersebar di beberapa kecamatan, yakni Selemadeg Barat, Selemadeg, Kerambitan, dan Baturiti. Namun, rencana tersebut masih bersifat kajian awal dan akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Yang berpotensi kurang lebih 10 sekolah menjadi lima sekolah. Tetapi itu baru yang berpotensi. Setelah sosialisasi nanti bagaimana kemauan masyarakat, sehingga seminimal mungkin tidak terjadi gejolak di masyarakat,” ujarnya, Senin (9/3).

Baca juga:  Pansus TRAP Panggil 13 Pemilik Akomodasi Pariwisata Jatiluwih

Menurut Sukanitera, regrouping dipertimbangkan karena beberapa faktor, di antaranya jumlah siswa yang relatif sedikit serta status lahan sekolah yang belum seluruhnya tercatat atas nama pemerintah daerah.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari penataan layanan pendidikan agar lebih efektif. Meski saat ini ketersediaan guru masih relatif mencukupi, ke depan kondisi tersebut diperkirakan akan berubah seiring banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa purna tugas. “Kalau untuk ketersediaan guru secara umum saat ini sudah mencukupi. Tetapi ke depan pasti ada guru yang purna tugas sehingga akan sangat berpengaruh,” jelasnya.

Baca juga:  HUT PGRI ke-76 dan HGN Tahun 2021, Bupati Suwirta Minta Guru Kumandangkan Spirit Gema Santi di Sekolah

Terkait dengan kebutuhan guru, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mengantisipasi kekurangan tenaga pendidik dengan mengusulkan formasi guru setiap tahun.

Usulan kebutuhan guru diajukan melalui pemerintah daerah dan BKPSDM, serta disampaikan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai mekanisme yang berlaku. “Selama ini kebutuhan guru dipenuhi secara bertahap. Dalam lima tahun terakhir, formasi guru selalu ada dalam setiap rekrutmen PPPK,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan kekurangan tenaga pendidik diperkirakan semakin terasa pada 2026. Berdasarkan perkiraan, sebanyak 197 guru di Tabanan akan memasuki masa pensiun, terdiri dari 104 guru SD, 79 guru SMP, dan 14 guru TK.

Baca juga:  Dua Buruh Proyek asal Sumba Diamankan Polisi

Menurut Darma Utama, dukungan pimpinan daerah terhadap sektor pendidikan cukup besar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik. Hal ini tercermin dari kebijakan rekrutmen ASN yang selalu menyediakan formasi bagi guru. “Setiap kebijakan rekrutmen ASN, formasi guru selalu mendapat perhatian,” katanya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap layanan pendidikan di Kabupaten Tabanan tetap berjalan optimal meskipun banyak guru yang memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun ke depan. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN