Pementasan Tari Janger bertajuk “Tegal Suci" Rabu (15/4) malam di Panggung Open Stage Balai Budaya Gianyar. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kemeriahan Pekan Budaya Gianyar terus berlanjut. Ratusan penonton yang antusias menyaksikan pementasan Tari Janger bertajuk “Tegal Suci”, Rabu (15/4) malam di Panggung Open Stage Balai Budaya Gianyar. Garapan seni persembahan dari Kecamatan Tegallalang ini berhasil membawa suasana pedesaan yang asri dan sarat nilai filosofis ke tengah kota.

Lakon “Tegal Suci” yang dibawakan bukan sekadar pertunjukan gerak dan lagu. Garapan ini merupakan representasi kehidupan masyarakat di lereng Gunung Batur, tepatnya di Desa Tegalsuci. Nama tersebut secara harfiah dimaknai sebagai ladang yang bersih, sebuah simbol kemurnian alam dan harmoni kehidupan masyarakatnya.

Baca juga:  Pemprov Bali–Pemprov NTT Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni Kehidupan Bersama

Dalam pementasannya, elemen-elemen alam seperti aliran mata air Tirta Bulan yang menghidupi Tukad Dapdap serta hamparan sawah yang menguning digambarkan melalui gerak tari yang lugu namun sarat makna. Masyarakatnya digambarkan menjunjung tinggi konsep silih asih dan ketaatan pada ritual adat sebagai wujud syukur kepada Dewi Danu melalui sistem Subak Pemuus.

Alunan gending Janger yang berpadu serasi dengan gamelan Semar Pegulingan menciptakan atmosfer yang sejuk, membawa penonton menyelami kedamaian masyarakat agraris yang tetap teguh menjaga kearifan lokal di tengah arus zaman.

Baca juga:  Di Swalayan, Porsi Buah Lokal Masih Kalah dari Impor

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap pementasan ini. Menurutnya, Tari Janger adalah simbol nyata dari semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Bali. “Tari Janger mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat. Sebagai pusat kebudayaan, warisan ini harus terus kita lestarikan dan jaga,” tegas Adi Parbawa.

Ia juga membocorkan rencana besar untuk tahun mendatang, di mana Pemerintah Kabupaten Gianyar berencana menggelar Parade Janger yang melibatkan seluruh kecamatan di wilayah Gianyar. Selain sebagai rangkaian Pekan Budaya, pementasan kali ini juga berfungsi sebagai ajang seleksi dan persiapan bagi duta Kabupaten Gianyar yang akan tampil di ajang bergengsi Pesta Kesenian Bali (PKB).

Baca juga:  Marak Akomodasi Tanpa Izin Menjadi Sorotan Pelaku Pariwisata

Pekan Budaya Gianyar diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi media refleksi dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan adat istiadat demi keberlanjutan identitas budaya Bali. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN