Salah seorang warga yang tengah membuang sampah organik ke teba modern yang dibuatnya di rumah. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kewajiban menangani sampah organik secara mandiri memberi tantangan bagi warga Kota Denpasar. Meski beberapa diantaranya ada yang mengambil jalan pintas seperti membuang ke sungai, membakar dan sebagainya, namun tidak sedikit masyarakat yang sadar akan kesehatan lingkungan dengan membuat teba modern secara mandiri.

Salah satunya dilakukan warga Sesetan, Denpasar Selatan, Mira. Saat diwawancarai, Rabu (15/4), dia mengaku telah membuat teba modern sebanyak 3 unit. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi atau dijadikan cadangan saat satu teba modern sudah penuh.  “Kita sekalian buat 3, dijadikan cadangan. Jadi ketika teba modern yang ketiga sudah penuh, yang pertama diisi sudah bisa dipanen,” katanya.

Baca juga:  Pengempon Geram, Sampah di Jaba Pura Penataran Er Malet Seminggu Tak Diangkut

Dalam satu rumah, diakui dihuni oleh 1 KK. Meski demikian dia memilih membuat cukup banyak teba modern agar tidak kebingungan lagi nantinya.  Untuk satu unit teba modern, kata Mira, menghabiskan biaya sekitar Rp1 juta. Sehingga 3 unit tersebut ada Rp3 juta yang dia keluarkan.

Dalam pembuatannya, Mira mengaku dibantu tukang gali. Sementara untuk bahan seperti bis (beton) dibeli sendiri oleh suaminya. “Untuk bahan bis itu kita habiskan sekitar Rp600.000 per unitnya. Ongkos tukang Rp400.000. Jadi habis sekitar Rp1 juta per unit,” katanya.

Baca juga:  Tiga Haji Asal Bali Wafat di Tanah Suci

Upaya ini dia lakukan agar tidak kebingungan dalam penanganan sampah terutama organik yang sudah tidak bisa lagi dibuang ke TPA Suwung. Terlebih sebelumnya, sampah yang menumpuk di rumahnya sempat tidak diambil dalam kurun waktu lama oleh pihak swakelola. Dengan itu, dia memutuskan untuk membuat teba modern. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN