Tumpukan sampah liar disejumlah kawasan dibersihkan para ASN, Jumat (22/5). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pemandangan tumpukan sampah liar kembali marak di sejumlah ruas jalan Kota Tabanan. Tumpukan sampah rumah tangga terlihat meluber di beberapa titik strategis akibat belum maksimalnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan langsung mengerahkan ratusan aparatur sipil negara (ASN) lintas organisasi perangkat daerah untuk melakukan aksi bersih sampah, Jumat (22/5).

Kegiatan dipimpin Sekda Tabanan I Gede Susila dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga. Aksi bersih sampah dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi titik penumpukan sampah, mulai kawasan timur dan barat Lapangan Alit Saputra, Jalan KS Tubun, Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, Jalan Gelatik, kawasan Toko Cakra, Jalan Rama hingga Jalan Melati. Sampah sampah yang menumpuk di pinggir jalan maupun area publik tersebut dikumpulkan dan dipilah sebelum diangkut armada milik DLH.

Baca juga:  Libur Maulid, ASN Dilarang Cuti di Periode Ini

Maraknya kembali penumpukan sampah liar terjadi setelah diterapkannya Surat Edaran Bupati Tabanan Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Sejak 1 Mei 2026, TPA Mandung hanya menerima sampah residu. Namun di lapangan, sebagian masyarakat dinilai masih belum disiplin memilah sampah rumah tangga sehingga sampah tercampur dibuang sembarangan.

Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan aksi bersih sampah ini adalah gerak cepat pemerintah daerah untuk mencegah timbulan sampah yang semakin meluas dan memicu pencemaran lingkungan. Selain membersihkan kawasan kota, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah dari rumah tangga sekaligus mendukung implementasi Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan sampah plastik sekali pakai.

Baca juga:  Tabanan Bentuk Satgas, Kawal Percepatan Penanganan Sampah Jelang Kebijakan Residu

Susila juga menegaskan persoalan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.

“Kami ingin memberikan contoh langsung kepada masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sampah harus dipilah dari rumah agar tidak menimbulkan penumpukan dan pencemaran lingkungan,” ujarnya. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN