Tumpukan sampah yang ditemukan di halaman belakang SMP Wisata, Sanur. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebagian masyarakat Kota Denpasar nampak kewalahan mengelola sampahnya. Pasalnya banyak kejadian penanganan sampah yang dilakukan tidak sesuai aturan. Mulai dari menumpuk sampah pinggir jalan, membuang ke sungai, membakar, hingga terakhir sekolah dijadikan tempat membuang sampah. Kondisi tersebut terjadi di SMP Wisata Sanur. Akibat kejadian ini, pihak sekolah dibuat kesal dengan penemuan setumpuk sampah terbungkus rapi di kebun belakang sekolahnya.

Kepsek SMP Wisata Sanur, Ida Ayu Krisna Ari, S.P, S.Pd., M.Pd saat ditemui, Selasa (14/4) mengatakan, ada sekitar 10 kantong besar sampah dibuang ke kebun sekolah. Ayu Krisna mengatakan, kebun belakang sekolah yang berada di pinggir Jalan By-pas Ngurah Rai. Mendapati tumpukan sampah tersebut, ia mengaku tidak berani membukanya. Sampah-sampah tersebut dipindahkan ke luar gerbang sekolah menunggu pengangkutan.

Baca juga:  Sejumlah Atlet Bali Terancam Absen di Pra PON

Pihaknya menduga, pembuangan sampah ke sekolah dilakukan pada malam atau subuh. Karena, saat tukang kebun melakukan penyiraman hingga petang, belum ditemukan adanya sampah dengan bungkus kantong plastik ungu dan hitam itu. “Karena memang di sana rindang, banyak tanaman, mungkin dikira tanah kosong atau hutan,” paparnya.

Terkait keberadaan sampah buangan tersebut, Dayu Krisna mengaku bingung mau dibawa ke mana. Pihaknya telah memberitahukan hal itu ke yayasan sekolah yakni Yayasan Pembangunan Sanur dan diarahkan melapor ke DLHK.

Baca juga:  Perayaan Tahun Baru Sisakan Puluhan Ton Sampah 

Pihak sekolah pun mengaku geram dengan ulah oknum tersebut. Pasalnya, pihak sekolah telah melakukan pemilahan hingga pengelolaan sampah sendiri. Pengolahan sampah dilakukan dengan membangun empat teba modern serta membangun tempat penampungan sementara. “Kami juga melakukan pengelolaan sampah organik menjadi kompos,” terangnya.

Dengan jumlah siswa 739 orang dan 50 orang guru, dan tanaman yang rindang, sekolah ini menghasilkan sampah yang cukup banyak. Di kelas juga dilakukan pemilahan sampah dan selalu dikontrol siswa yang giliran piket. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Dinilai Ancaman Serius bagi Pariwisata, Hipmi Badung Soroti Masalah Sampah dan Kemacetan

 

BAGIKAN