
DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah pusat berencana melaksanakan work from home (WFH) sekali dalam sepekan untuk menghemat BBM. Hingga saat ini rencana tersebut masih menunggu kepastian kapan akan dimulai. Daerah sendiri termasuk Kota Denpasar menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian.
Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Denpasar Luh Nyoman Endi Suari saat dikonfirmasi, Jumat (27/3) mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu informasi resmi dari pusat terkait pelaksanaannya. Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) rencana tersebut masih dalam kajian. “Kami masih menunggu informasi resmi dari kementerian. Nanti setelah ada informasi resmi kami akan laporkan ke pimpinan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengaku akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan pusat. “Yang jelas, apa yang menjadi arahan Bapak Presiden itu kita akan lakukan di Denpasar. Mudah-mudahan kita bisa maksimalkan,” kata Jaya Negara.
Meski begitu, pihaknya akan memastikan jika layanan publik tak terganggu. Sehingga pelayanan publik akan tetap berjalan saat pelaksanaan WFH. “Yang kita memang wajibkan itu kan yang di pelayanan publik itu karena kita tidak ingin juga pelayanan publik terganggu di Kota Denpasar,” paparnya.
Namun, Jaya Negara menekankan pada prinsipnya akan menindaklanjuti arahan presiden terkait hal tersebut.(Widiastuti/balipost)










