Pemkot Denpasar bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan apel siaga mudik Lebaran di Terminal Ubung, Denpasar, Jumat (13/3). Gelar pasukan bersama ini untuk memastikan kesiapsiagaan armada, fasilitas kesehatan, dan keamanan masyarakat yang mudik ke kampung halaman maupun balik ke Bali. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Aktivitas mudik sudah mulai dilakukan umat Muslim jelang Idul Fitri 2026. Hari Raya Idul Fitri yang berbarengan dengan Hari Suci Nyepi membuat beberapa skema mudik berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini aktivitas mudik diimbau agar dilakukan sebelum 18 Maret karena bertepatan dengan Hari Pangerupukan atau H-1 Nyepi.

Hal tersebut tersirat pada Apel Siaga Pasukan Kegiatan dan Pengendalian Pengawasan Angkutan Lebaran tahun 2026 yang berlangsung di Terminal Ubung, Jumat (13/3). Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, apel tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari kondisi pengemudi, kendaraan, hingga transportasi laut. Pemerintah juga menggandeng sejumlah instansi seperti KSOP, TNI, Polri serta jajaran pemerintah kota untuk memastikan arus mudik berjalan dengan baik.

Baca juga:  Pasutri Diancam Sajam, Dua Pelaku Ditangkap

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, sekaligus dapat merayakan Idul Fitri dengan lancar. Namun, pada tahun ini arus mudik bertepatan dengan rangkaian Hari Suci Nyepi di Bali, khususnya malam Pangerupukan yang identik dengan kegiatan ogoh-ogoh.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar tidak melakukan perjalanan pada 18 Maret yang bertepatan dengan malam Pangerupukan. “Karena berbarengan dengan rangkaian Nyepi, kami mengimbau agar mudik tidak dilakukan pada tanggal 18 Maret. Pada hari itu ada kegiatan Pangerupukan dan persiapan ogoh-ogoh. Harapannya semua bisa berjalan lancar dan masyarakat tetap aman serta nyaman,” ujarnya.

Baca juga:  Gerah dan Panas, Lima Hari Terakhir Suhu Udara Bali di Atas Rerata Oktober-November

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung kelancaran arus mudik. Koordinasi dilakukan dengan TNI, Polri, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan serta para pemangku kepentingan di lapangan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Denpasar membentuk tim posko terpadu yang mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 29 Maret mendatang. Posko ini disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Ia menyebutkan, berdasarkan data di lapangan, pergerakan pemudik sudah mulai terlihat sejak 12 Maret. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 Maret, atau sehari sebelum malam Pangerupukan.

Baca juga:  Presiden Ingatkan Kenaikan Jumlah Pemudik Lebaran, Persiapan Harus Matang

Selain itu, Terminal Ubung juga disiapkan sebagai titik layanan bagi pemudik. Bagi penumpang yang tercecer atau mengalami kendala di perjalanan, baik dari angkutan umum maupun angkutan barang yang mengalami kerusakan di jalan, dapat memanfaatkan fasilitas di terminal tersebut.

Bahkan, jika terdapat angkutan barang yang mengangkut kebutuhan pokok mengalami kerusakan, pihaknya menyiapkan alternatif dengan menggunakan angkutan yang ada di Cargo.

“Kami menyiapkan pelayanan terpadu di Terminal Ubung. Jika ada kendaraan mogok atau penumpang yang tertinggal, bisa datang ke terminal. Termasuk untuk angkutan barang kebutuhan pokok yang mengalami kendala, bisa kami bantu melalui angkutan di Cargo,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN