Salah satu pelayanan di RSUD Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sempat menjadi sorotan terkait pelayanan dan ketersediaan obat, manajemen RSUD Tabanan memastikan operasional layanan kembali berjalan normal. Hal ini menyusul cairnya klaim dari BPJS Kesehatan untuk periode Desember 2025 yang langsung dimanfaatkan untuk membayar jasa pelayanan (jaspel) staf pegawai serta melunasi tunggakan obat.

Direktur RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta menjelaskan, dana klaim yang masuk pada Rabu (11/3) siang langsung diproses oleh manajemen rumah sakit. Sebagian besar dana tersebut diprioritaskan untuk pembayaran jaspel bagi ratusan pegawai.

“Begitu klaim masuk kemarin siang, karena administrasinya sudah siap, jaspel langsung kami transfer ke masing-masing rekening staf. Sisanya kami gunakan untuk membayar obat yang sempat terblokir,” jelasnya, Kamis (12/3).

Baca juga:  Dewan Minta Kejelasan BPJS Terkait PBI Yang Diputus

Ia mengungkapkan, total pegawai yang menerima jaspel mencapai 952 orang dengan nilai sekitar Rp3,2 miliar. Selain itu, rumah sakit juga melunasi tunggakan pembayaran obat sebesar Rp700 juta kepada distributor sehingga blokir pasokan obat dapat segera dibuka kembali.

“Begitu pembayaran kami kirim dan bukti transfer disampaikan, pihak penyedia langsung membuka blokir dan sore itu juga obat langsung dikirim. Malam sudah tiba dan hari ini pelayanan sudah berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Baca juga:  Delapan Desa di Tabanan Belum Cairkan BLT DD Tahap II

Untuk klaim Desember 2025, rumah sakit baru menerima pembayaran sebesar 50 persen dari total pengajuan sekitar Rp7 miliar. Artinya, dana yang sudah cair mencapai Rp3,5 miliar, sedangkan sisa 50 persen dijadwalkan akan kembali ditransfer pada Senin mendatang.

Sudiarta menambahkan, pihaknya kini juga tengah menginventarisasi kebutuhan obat di rumah sakit. Saat ini terdapat sekitar 700 jenis obat yang digunakan dalam pelayanan kesehatan, sehingga manajemen sedang memprioritaskan pengadaan obat yang paling mendesak.

Baca juga:  Diduga Terpercik Api Saat Palebon, Pelinggih Gedong Penyimpanan Terbakar

“Obat mana saja yang kosong sedang kami list. Yang paling dibutuhkan akan segera kami ambil begitu ada dana. Prinsipnya kami mengutamakan pelayanan, jangan sampai ada anggapan rumah sakit melalaikan pasien atau tidak memberikan obat,” tegasnya.

Sementara itu, untuk klaim bulan Januari 2026, pihak rumah sakit menyebutkan proses pengajuan masih berjalan di sistem BPJS Kesehatan. Manajemen berharap proses pencairan dapat berlangsung lancar sehingga stabilitas pelayanan di rumah sakit daerah tersebut tetap terjaga. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN