
SINGASANA, BALIPOST.com – RSUD Tabanan menyiapkan layanan darurat untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan selama dua hari besar keagamaan yakni Nyepi dan Idul Fitri. Rumah sakit ini memfokuskan pelayanan di instalasi gawat darurat (IGD), terutama saat Pangerupukan yang berpotensi memicu peningkatan jumlah pasien.
Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu RSUD Tabanan, dr. I Gusti Ngurah Bagus Juniada mengatakan, rumah sakit menyiapkan tenaga tambahan yang dapat dipanggil sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan pasien saat Pengerupukan. “Untuk malam Pangerupukan, kami menyiapkan empat perawat yang bersifat on call. Jika pasien membeludak, mereka (perawat) bisa langsung dipanggil membantu pelayanan,” kata Juniada, Minggu (15/3).
Dalam kondisi normal, pelayanan di IGD ditangani delapan perawat yang terbagi dalam beberapa fungsi. Tiga perawat bertugas di IGD medik, tiga orang di IGD bedah, dan dua orang di bagian triase yang melakukan penilaian awal terhadap pasien yang datang.
Selain tenaga perawat, empat dokter juga berjaga pada setiap shift, termasuk satu dokter yang bertugas sebagai manager on duty. Rumah sakit juga menyiapkan dokter tambahan yang dapat dipanggil apabila jumlah pasien meningkat.
Khusus pada Nyepi, RSUD Tabanan tetap mengoperasikan layanan darurat dengan menyiagakan 14 petugas. Mereka terdiri dari delapan perawat di IGD, dua petugas ambulans, serta empat dokter yang bertugas memastikan pelayanan kegawatdaruratan tetap berjalan. “Pelayanan darurat tetap berjalan saat Nyepi. Total ada 14 petugas yang siaga, terdiri dari delapan perawat, dua petugas ambulans, dan empat dokter,” ujar Juniada.
Untuk mendukung layanan tersebut, rumah sakit juga menyiagakan tiga unit ambulans. Kendaraan ini disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan pasien darurat selama hari raya.
Selama periode hari raya, pelayanan rawat jalan dihentikan sementara. Poliklinik dijadwalkan tutup mulai 18 Maret dan kembali beroperasi pada Senin berikutnya. Selama masa tersebut, pelayanan kesehatan difokuskan pada unit gawat darurat.
RSUD Tabanan juga menyiapkan skema serupa untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan saat Idul Fitri dengan menambah empat perawat on call jika terjadi lonjakan pasien. (Puspawati/balipost)










