
SINGASANA, BALIPOST.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan kini telah dilengkapi alat kateterisasi jantung atau cath lab untuk penanganan penyakit jantung dan stroke. Namun, fasilitas medis tersebut belum bisa dioperasikan karena masih menunggu izin operasional dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).
Direktur RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta mengatakan, alat tersebut merupakan bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan. RSUD Tabanan dipilih sebagai salah satu rumah sakit yang dikembangkan untuk layanan penanganan penyakit prioritas, yakni kanker, jantung, stroke dan urologi. “RSUD Tabanan termasuk rumah sakit yang mendapat pengembangan layanan dari Kementerian Kesehatan, sehingga kami diberikan bantuan alat cath lab,” ujarnya, Minggu (8/3).
Menurutnya, alat cath lab berfungsi untuk tindakan kateterisasi, termasuk pemasangan ring jantung pada pasien dengan gangguan pembuluh darah jantung. Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan pasien stroke tertentu yang membutuhkan tindakan intervensi.
Meski demikian, tidak semua pasien jantung dapat langsung menjalani pemasangan ring menggunakan alat tersebut. Hal itu tergantung pada tingkat keparahan penyakit yang dialami pasien.
Untuk tahap awal, RSUD Tabanan baru dapat menangani pasien jantung dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Pasien dengan kondisi lebih kompleks masih harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
“Kalau untuk pemasangan satu sampai dua ring jantung masih bisa dilakukan di RSUD Tabanan. Namun untuk kasus yang lebih berat tetap dirujuk,” jelasnya.
Selama ini, cukup banyak pasien sakit jantung dari Tabanan yang harus dirujuk ke rumah sakit di Denpasar untuk mendapatkan tindakan intervensi. Rata-rata setiap hari terdapat tiga hingga lima pasien yang menjalani pemeriksaan maupun pengobatan terkait penyakit jantung.
Dengan hadirnya cath lab, diharapkan pelayanan terhadap pasien jantung di Tabanan bisa lebih cepat dan tidak seluruhnya harus dirujuk ke luar daerah. Saat ini, fasilitas tersebut masih menunggu izin operasional dari Bapeten sebelum dapat digunakan secara resmi. Pihak rumah sakit menargetkan alat tersebut dapat mulai beroperasi dalam waktu dekat.
“Instalasi alat sudah selesai dan serah terima hibah juga sudah dilakukan. Kami tinggal menunggu izin operasional. Mudah-mudahan bulan April sudah bisa digunakan,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)










