
GIANYAR, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Gianyar mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan tempat ibadah. Salah satunya bangunan Bale Gong dan Pelinggih Apit Lawang di Pura Puseh Desa Temesi, Gianyar, ditemukan dalam kondisi roboh, Minggu 15/2).
Merespons laporan masyarakat, jajaran Polsek Gianyar yang dipimpin oleh Pawas Aiptu I Wayan Juniarta bersama Bhabinkamtibmas Desa Temesi, Aiptu Ngakan Gede Sukrayana, segera turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pengamanan area.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan pura sekitar pukul 08.00 WITA.
“Saksi atas nama I Nyoman Suweda saat hendak bersih-bersih di area pura melihat Bale Gong berukuran 9 x 6 meter sudah dalam keadaan roboh. Bangunan tersebut menimpa Pelinggih Apit Lawang di sebelah kanan,” ujar Kompol Made Adi Suryawan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kerusakan diduga kuat terjadi akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut Sabtu (14/2) pagi. Struktur bangunan tidak kuat menahan terpaan angin kencang dan debit air hujan yang tinggi.
Pihak kepolisian mencatat tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar. Total Kerugian diistimasi mencapai Rp 200 juta.
Polsek Gianyar juga berkoordinasi dengan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Gianyar yang turut hadir meninjau lokasi bencana.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, menghimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat cuaca yang tidak menentu belakangan ini. “Kami meminta warga untuk berhati-hati, terutama di area bangunan tua atau pohon perindang yang rawan tumbang saat cuaca ekstrem. Pastikan keselamatan menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Situasi di lokasi saat ini dilaporkan telah kondusif, dan pihak desa adat bersama tokoh masyarakat setempat sedang merencanakan langkah pembersihan serta perbaikan secara gotong royong. (Wirnaya/balipost)










