Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Bangli, I Komang Pariartha (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Kabupaten Bangli kekurangan ratusan guru. Data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) mencatat kekurangan tenaga pendidik saat ini mencapai 604. Terbanyak pada jenjang Sekolah Dasar (SD).

Kepala Disdikpora Bangli, I Komang Pariartha menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak dari banyaknya guru yang pensiun setiap tahunnya. Tidak sebanding dengan pengangkatan tenaga baru. “Rata-rata ada 60 guru pensiun per tahun,” ungkapnya, Kamis (29/1).

Baca juga:  Selain Narkoba, WN Italia Simpan Airsoft Gun dan Atribut Ormas

Untuk menjaga agar proses belajar mengajar tetap berjalan, Pemkab Bangli saat ini mengandalkan tenaga pengabdi yang honornya dibiayai melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Pariartha mengklaim, meski secara administratif tercatat kekurangan ratusan guru, namun kebutuhan di lapangan sudah tertangani melalui penempatan tenaga pengabdi dan PPPK paruh waktu tersebut.

“Kekurangan guru ini sudah tercover dengan guru PPPK paruh waktu dan tenaga pengabdi,” jelasnya.

Baca juga:  Mayoritas Pekerja di Bangli Belum Terlindungi Jaminan Sosial

Sebagai solusi jangka panjang, Pariartha mengatakan pihaknya akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk meminta pengangkatan guru baru. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya mekanisme pengangkatan kepada pusat, apakah akan diisi melalui jalur CPNS, PPPK penuh waktu, paruh waktu atau kebijakan lainnya.

“Kami akan sampaikan ke pemerintah pusat agar kedepannya ada pengangkatan guru. Harapan kami tenaga pengabdi yang ada saat ini minimal bisa ditetapkan sebagai PPPK paruh waktu,” harap Pariartha. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Gianyar Kekurangan SMP Negeri, Permendagri Belum Bisa Diterapkan Penuh

 

BAGIKAN