
BANGLI, BALIPOST.com – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong untuk memperkuat literasi digital sebagai strategi bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis. Hal tersebut ditekankan dalam pembukaan kegiatan Literasi Digital yang berlangsung di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Selasa (10/3).
Menurut Kepala Dinas Komonikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, literasi digital bukan sekadar tren ikut-ikutan, melainkan strategi krusial agar UMKM bisa bersaing di kancah global.
“Dunia bisnis saat ini tidak lagi bicara soal nanti atau besok. Pilihannya adalah sekarang. Literasi digital adalah strategi survival agar kita tidak tertinggal di belakang tembok teknologi, tetapi mampu berdiri sejajar dengan pelaku usaha lainnya,” ujar Murditha.
Ia menambahkan bahwa kemampuan literasi digital mencakup kecakapan dalam memahami, menganalisis, mengevaluasi, hingga menggunakan informasi digital secara bijak. Terutama bagi UMKM yang mulai merambah platform media sosial seperti TikTok dan Facebook, maupun platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada.
Selain aspek pemasaran, Murditha juga menyampaikan pentingnya keamanan transaksi elektronik dan perlindungan data pribadi. Ia mengingatkan para pelaku usaha untuk berhati-hati dalam mengelola data sensitif pelanggan misalnya tidak sembarangan meminta atau mengirim foto KTP dalam transaksi karena itu berisiko disalahgunakan. (Dayu Swasrina/balipost)










