Bali Jagadhita VII Tahun 2026 dibuka secara resmi pada Jumat (5/6) di Mall Bali Galeria. (BP/kmb)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita VII Tahun 2026, Pemprov Bali berharap UMKM mampu naik kelas, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani saat membacakan sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan Bali Jagadhita VII Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat ekonomi daerah melalui sinergi sektor perdagangan, pariwisata, investasi, dan pemberdayaan UMKM.

Pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 5,58 persen menunjukkan tren positif yang diharapkan terus meningkat sejalan dengan target pembangunan daerah.

Menurutnya, Bali memiliki kekuatan besar pada sektor ekonomi kreatif, budaya, kerajinan, kuliner, fashion, hingga pariwisata berbasis kearifan lokal yang menjadi keunggulan tersendiri dibanding daerah lain.

“Bali memang pulau kecil, tetapi memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Sektor UMKM menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat,” ujarnya Jumat (5/6).

Ia menjelaskan ribuan UMKM di Bali perlu terus didorong untuk naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, akses pasar, pembiayaan, serta penguatan sumber daya manusia. UMKM bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga penjaga budaya dan fondasi ketahanan ekonomi daerah. Pengalaman selama berbagai tekanan ekonomi global menunjukkan UMKM mampu menjadi penyangga utama perekonomian masyarakat Bali.

Baca juga:  Pemegang Saham Bandara

Karena itu, Pemprov Bali terus mendorong transformasi ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, perluasan akses pasar, digitalisasi usaha, hingga peningkatan kualitas SDM.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk-produk lokal Bali sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah sekaligus melestarikan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani mengatakan Bali Jagadhita VII Tahun 2026 menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi perdagangan, pariwisata, dan investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.

Even ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas wilayah dengan melibatkan daerah-daerah di Nusa Tenggara. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas ekonomi regional sekaligus menciptakan peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku usaha dan investor.

Selain itu, Bali Jagadhita juga menjadi sarana memperkuat sektor UMKM melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Achris Sarwani juga menyebutkan eskalasi konflik global telah memengaruhi pergerakan wisatawan internasional dan berpotensi mengganggu kinerja ekonomi Bali apabila berlangsung berkepanjangan.

Baca juga:  Bangkit dari Keterbatasan, Usaha Kue Tantiningsih Kini Mampu Topang Ekonomi Keluarga Berkat Sinergi Holding UMi

“Kita tahu perang di Timur Tengah sudah mempengaruhi kondisi ekonomi kita. Jumlah wisatawan mulai mengalami hambatan dan kita tentu berharap gangguan ini tidak semakin besar,” ujarnya.

Meski demikian, ekonomi Bali masih menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada triwulan I 2026, ekonomi Bali tumbuh 5,58 persen, hanya sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun 2025 yang mencapai 5,84 persen dan masih berada di atas rata-rata nasional.

Menurut BI, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi Bali untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui program Bali for Bali yang mendorong kebutuhan sektor pariwisata dipenuhi oleh produk dan jasa lokal.

Konsep tersebut diharapkan mampu memperbesar manfaat ekonomi pariwisata bagi sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, UMKM, hingga ekonomi kreatif.

“Kalau pariwisata melemah, sektor-sektor pendukungnya juga ikut terdampak. Karena itu ketahanan ekonomi lokal harus terus diperkuat,” katanya.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Damanik menegaskan Bali Jagadhita VII 2026 harus menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih produktif, berkelanjutan, serta mampu menjawab perubahan tren konsumen global yang semakin peduli terhadap aspek lingkungan.

Baca juga:  3 Bulan Tak Bayar Gaji Karyawan, PDNKK di Ambang Kebangkrutan?

Riza mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Bali Jagadhita yang telah memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, keberlanjutan agenda tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal pengembangan UMKM, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta mendukung penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

“Kami berharap Bali Jagadhita terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan semakin memberikan manfaat bagi pengembangan UMKM serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Riza menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong perdagangan dan ekonomi hijau di Bali sekaligus melahirkan wirausaha baru yang lebih inovatif dan produktif.

Ia menjelaskan tren ekonomi global saat ini mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya hampir semua produk dapat terserap pasar, kini konsumen semakin selektif dalam menentukan produk yang dibeli.

Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat membuat konsumen lebih memilih produk yang ramah lingkungan, sehat, dan diproduksi secara berkeadilan.

Karena itu, Riza mendorong pelaku UMKM Bali untuk semakin mengembangkan produk-produk berorientasi keberlanjutan agar mampu meningkatkan daya saing, baik di pasar domestik maupun internasional.

Ia berharap Bali Jagadhita VII dapat menjadi wadah penguatan UMKM hijau yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. (Suardika/balipost)

BAGIKAN