
DENPASAR, BALIPOST.com – Keberadaan empat stan nonkuliner dan satu pameran sepeda motor listrik di kawasan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 mengundang tanya pengunjung. Pasalnya stan itu berada di tengah kawasan stan kuliner dan pameran UMKM di depan Wantilan Taman Budaya Bali.
Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikonfirmasi bahkan mengaku tidak mengetahui secara pasti mekanisme keikutsertaan mereka.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menegaskan pihaknya hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan stan kuliner. “Diskop UKM hanya membantu dan bertanggung jawab di kuliner saja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/7).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, Putu Sumardiana, juga mengaku tidak mengetahui keberadaan stan tersebut. Sementara Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, IB Setiawan, menyebut koordinasi PKB berada di bawah Dinas Kebudayaan sehingga menyarankan konfirmasi langsung kepada instansi tersebut.
Penjelasan kemudian disampaikan Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni Taman Budaya Bali, Arum Gunawan, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Bali, IB Alit Suryana. Menurut Arum, seluruh stan nonkuliner tersebut berasal dari lembaga yang menjalin kerja sama dengan penyelenggara PKB.
“Lembaga yang kami ajak bekerja sama adalah PLN, Bank Indonesia, BPD Bali, Telkomsel, dan BPJS Ketenagakerjaan. Itu semua lembaga vertikal yang mendukung penyelenggaraan PKB,” jelasnya, Rabu (1/7).
Ia menegaskan kerja sama dilakukan dengan lembaganya, bukan dengan produk tertentu yang dipamerkan. Karena itu, apabila di stan PLN terdapat sepeda motor listrik, hal tersebut merupakan bagian dari materi yang dibawa lembaga tersebut.
“Yang kami ajak bekerja sama adalah lembaganya, bukan barangnya. Motor listrik itu bukan binaan Disbud, melainkan produk yang dibawa PLN. Begitu juga provider internet yang dipamerkan,” katanya.
Menurut Arum, masing-masing lembaga memiliki kontribusi berbeda dalam mendukung penyelenggaraan PKB. PLN memastikan pasokan listrik tetap stabil selama kegiatan berlangsung, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi para seniman, Bank Indonesia bersama BPD Bali mendukung sektor keuangan, sedangkan Telkomsel memperkuat jaringan telekomunikasi dengan memasang penguat sinyal di empat titik kawasan PKB tanpa membebankan biaya kepada penyelenggara.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Bali, IB Alit Suryana, menilai keberadaan motor listrik lebih diarahkan sebagai sarana edukasi mengenai penggunaan kendaraan ramah lingkungan, bukan promosi penjualan.
“Intinya bukan mengajak membeli kendaraan tertentu, tetapi mengedukasi penggunaan kendaraan listrik. Kebetulan mereka membawa produk seperti itu,” ujarnya.
Namun saat dikonfirmasi mengenai informasi adanya transaksi penjualan motor listrik di lokasi pameran, Alit mengaku akan melakukan pengecekan.
“Dijual itu? Kami akan lakukan pengecekan,” katanya.
Arum menambahkan pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya transaksi penjualan. Meski demikian, ia mengakui transaksi dapat saja terjadi sebagaimana aktivitas ekonomi lainnya di kawasan PKB.
“Tapi belum ada laporan ke kami,” tegasnya.
Sebagai informasi, PKB XLVIII Tahun 2026 melibatkan 72 pelaku usaha kuliner yang lolos seleksi dan dibagi dalam dua kloter. Kloter pertama berjualan sejak 13 hingga 27 Juni 2026, sedangkan kloter kedua berlangsung mulai 28 Juni hingga penutupan PKB pada 13 Juli 2026. Di antara deretan stan kuliner itulah terdapat empat stan lembaga mitra dan satu area pameran motor listrik yang kemudian menjadi perhatian pengunjung. (Ketut Winata/balipost)










