Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Adha Damanik, saat meninjau pelaku UMKM yang menjadi peserta Bali Jagadhita VII Tahun 2026 di Mall Bali Galeria, Jumat (5/6). (BP/kmb)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kementerian UMKM memperkuat peran lembaga inkubator bisnis sebagai strategi utama meningkatkan tingkat keberhasilan usaha mikro dan kecil di Indonesia.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Adha Damanik di Badung mengatakan berbagai studi menunjukkan UMKM yang melewati proses inkubasi memiliki peluang sukses jauh lebih tinggi dibanding usaha yang berjalan sendiri.

“Ada pembelajaran baik dari banyak negara bahwa UMKM yang melewati fase inkubasi tingkat keberhasilannya menjadi dua kali lipat dan mencapai sekitar 84 persen dibanding yang tidak melalui proses inkubasi,” katanya saat Opening Ceremony Bali Jagadhita VII Tahun 2026 di Mall Bali Galeria, Jumat (5/6).

Baca juga:  Jalani Karantina, Seorang OTG Meninggal

Menurutnya, inkubator berfungsi menghubungkan UMKM dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, mulai dari akses pembiayaan, pasar, legalitas usaha, inovasi hingga teknologi.

Saat ini pemerintah telah melakukan pendataan dan penguatan terhadap lebih dari 700 lembaga inkubator yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Bali.

Riza mengungkapkan pihaknya baru saja bertemu dengan sejumlah lembaga inkubator di Bali, termasuk yang berada di lingkungan perguruan tinggi.

Baca juga:  Prihatin Kondisi Bali, Menkop dan UKM Sebut Pusat Wajib Bantu

Berbagai inovasi yang dihasilkan kampus diharapkan dapat lebih dekat dengan UMKM sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha lokal.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, OJK, lembaga pembiayaan, organisasi perempuan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama memperkuat ekosistem inkubasi UMKM.

“Jangan sampai inkubator berjalan sendiri. Kita ingin mereka terjun bersama-sama membantu UMKM agar semakin kuat dan unggul,” ujarnya. (Suardika/balipost)

BAGIKAN