Desa Wisata Penglipuran ramai pengunjung saat libur lebaran Kamis (11/4). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Dua destinasi wisata di Kabupaten Bangli masih menjadi favorit wisatawan untuk menikmati libur lebaran. Dua destinasi itu yakni Daya tarik wisata (DTW) Kintamani dan Penglipuran.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli dikonfirmasi, Kamis (11/4) mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, tingkat kunjungan wisatawan ke dua destinasi tersebut mengalami lonjakan saat libur lebaran tahun ini. Peningkatan kunjungan sudah mulai terjadi sejak Selasa (9/4). Sementara puncak kunjungan terjadi pada Rabu (10/4) dan Kamis (11/4). Diperkirakan kunjungan wisatawan ke dua DTW itu masih akan ramai hingga Jumat (12/4).

Baca juga:  Lebaran, Poliklinik RSUP Sanglah Tutup 3 Hari

Tingginya kunjungan wisatawan pada libur lebaran tahun ini, diakui Sugiarta berimbas pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bangli dari retribusi wisata. Dia menyebutkan, pada hari biasa rata-rata pendapatan retribusi dari masing-masing DTW tersebut sekitar Rp 25 juta per hari. Sementara saat libur lebaran mencapai diatas Rp 100 juta. “Seperti hari kemarin Rp 126 juta,” ungkapnya.

Ramainya kunjungan wisatawan ke DTW Kintamani, diakui Sugiarta berimbas pada lalu lintas di Kintamani menjadi krodit. “Wisatawan yang ke Kintamani kebanyakan tujuannya ke coffe shop,” ujarnya.

Baca juga:  Pejabat Publik Pimpin KONI Masih Pro Kontra

Sementara itu General Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran sudah mulai terjadi sejak Senin (8/4). Pada libur lebaran Rabu (10/4) kemarin pihaknya mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Penglipuran mencapai 5200 orang. Melebihi target yang dipasang pihaknya di angka 4500-5000 wisatawan. “Hari ini kami prediksi jumlah kunjungan di atas 6 ribu. Karena per siang ini sudah di angka 3500,” jelasnya.

Baca juga:  Indonesia Masih Dihadapkan Masalah Kesehatan

Diperkirakan kunjungan masih akan ramai hingga Minggu (14/4). Tingginya jumlah kunjungan memaksa pihak pengelola membuka parkir kendaraan di bahu jalan. Sebab empat kantong parkir yang disediakan sudah penuh. (Dayu Swasrina/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *