Kondisi salah satu rumah warga di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, yang rusak dihantam ombak, Jumat (23/1/2026). (BP/kmb)

 

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Abrasi pantai kian mengganas di Pesisir Monggalan, Desa Kusamba, Klungkung. Sejumlah rumah warga rusak parahingga tak lagi bisa ditempati.

Kondisi ini memaksa warga mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman.

Pantauan di lokasi, Jumat (23/1), kawasa Monggalan yang biasanya ramai aktivitas penyeberangan barang menuju Nusa Lembongan tampak lengang. Pelabuhan tradisional setempat diketahui sudah tidak beroperasi sejak tiga hari terakhir akibat cuaca buruk.

Warung dan rumah warga yang sebelumnya berdiri di sepanjang pesisir kini sebagian besar telah hancur, menyisakan puing-puing bangunan.

Baca juga:  30 Kilometer Pantai di Jembrana Belum Terbentengi

Salah satu warga terdampak, Dewa Ketut Oka Suwati, mengungkapkan rumah sekaligus warung miliknya telah rusak parah sejak sebulan terakhir akibat terjangan ombak.

“Rumah saya sedikit demi sedikit hancur diterjang ombak. Karena kondisi tersebut, sejak Rabu (21/1/2026) kami sekeluarganya memilih pindah ke rumah kerabat yang lokasinya lebih jauh dari pantai,” ungkapnya.

Nasib serupa dialami Ketut Sukerta bersama istrinya, Dewa Ayu Nyoman Dewi. Keluarga yang beranggotakan tujuh orang ini telah menetap di pesisir Pantai Monggalan selama 12 tahun.

Baca juga:  Cegah Abrasi, Penghijauan Dilakukan di Pantai Goa Lawah

Ironisnya, setahun lalu Ketut Sukerta sempat meminjam uang untuk membangun rumah, namun kini bangunan tersebut terus terendam air laut, sementara utang belum sepenuhnya lunas.

“Sejak kemarin kami pindah, walaupun belum punya tempat tinggal tetap. Untuk sementara tinggal bersama saudara,” kata Dewa Ayu sembari mengemasi barang-barang yang masih tersisa.

Ia juga menyebutkan, di sebelah timur rumahnya masih terdapat empat rumah lain yang terancam abrasi. Bahkan, salah satu warga telah lebih dulu mengungsi karena khawatir menetap di rumah yang semakin dekat dengan bibir pantai.

Baca juga:  Tangani Abrasi Pantai, BWS Bali–Penida Kesulitan Anggaran

“Hampir setiap malam saya tidak bisa tidur. Sejak sebulan terakhir air laut sudah naik sampai ke halaman rumah,” tuturnya.

Sementara itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung tampak turun ke lokasi untuk melakukan mitigasi bencana. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menebang pohon ketapang di kawasan Pantai Monggalan yang dinilai berbahaya. Pohon tersebut berada di sebelah barat rumah Ketut Sukerta dan dikhawatirkan roboh diterjang ombak sehingga memperparah dampak abrasi. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN