
MANGUPURA, BALIPOST.com – Penataan Pantai Kuta terus menunjukkan progres positif. Hingga awal Januari 2026, capaian pengerjaan proyek pengamanan pantai ini telah menyentuh angka 31 persen, jauh melampaui target awal yang seharusnya baru berada di kisaran 10 persen. Meski demikian, proses pengisian pasir masih menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat faktor cuaca dan perizinan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I BWS Bali-Penida, Bambang Kardono, mengungkapkan bahwa pekerjaan fisik di lapangan berjalan cukup cepat, khususnya pada pembangunan breakwater. Dari total lima breakwater yang direncanakan, tiga di antaranya telah selesai dikerjakan, sementara dua lainnya masih dalam tahap proses.
“Februari 2025 ini diprediksi baru selesai untuk seluruh breakwater,” ujar Bambang, saat dikonfirmasi, Selasa (6/1).
Namun demikian, Bambang mengakui bahwa tahapan pengisian pasir belum bisa berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan izin operasional kapal penyedot pasir di bawah laut serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Ombak tinggi menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap keselamatan dan efektivitas pekerjaan.
“Ya kendalanya di izin kapal, terus juga ada kendala cuaca karena ombak juga besar,” ungkapnya.
Saat ini, BWS Bali-Penida tengah melakukan pemasangan instalasi pipa menuju laut. Pipa tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan kapal di tengah laut yang bertugas menyalurkan pasir ke kawasan pantai. Jika seluruh persiapan berjalan lancar, pengisian pasir ditargetkan dapat mulai beroperasi pada pertengahan Januari.
“Mudah-mudahan ini kemungkinan tanggal 15 (Januari 2026) baru bisa beroperasi pengisian pasir,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Bali-Penida, I Gede Lanang Sunu Perbawa, menjelaskan bahwa pengisian pasir merupakan bagian penting dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Bali-Penida dalam mengamankan garis pantai dari ancaman abrasi. Selain itu, langkah ini juga bertujuan mengembalikan lebar pantai seperti kondisi semula agar tetap dapat mengakomodasi aktivitas masyarakat dan pariwisata.
“Jadi sekaligus kita berupaya untuk melakukan pengamanan pantai dan sekaligus kita juga bisa untuk aktivitas masyarakat di pantai itu kita akomodir,” ujar Lanang.
Penataan Pantai Kuta sendiri ditargetkan rampung pada November 2026 dan dibagi ke dalam tiga zona pengerjaan. Zona 1 berada di Pantai Sekeh, dari arah Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju breakwater pertama, dengan pengisian pasir sepanjang 490 meter dan volume sekitar 160 ribu meter kubik.
Zona 2 mencakup Pantai Sekeh hingga Setra Asem Celagi, Kuta, sepanjang 2,85 kilometer dengan volume 310 ribu meter kubik. Sementara zona 3 meliputi Pantai Kuta, Legian, Seminyak hingga Petitenget, dengan pengisian pasir sepanjang 2 kilometer dan volume sekitar 140 ribu meter kubik.(Parwata/balipost)










