Wabup Bagus Alit Sucipta memimpin langsung kegiatan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Jumat (13/2). (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Intensitas sampah kiriman di pesisir Kabupaten Badung mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah tetap mengintensifkan aksi bersih pantai guna menjaga kebersihan kawasan wisata dan kenyamanan masyarakat.

Data yang dihimpun per Jumat (13/2), mencatat rata-rata sampah kiriman mencapai 53 ton per hari dengan total terangkut 310 ton. Angka ini menurun dibanding pekan sebelumnya yang mencapai 64 ton per hari dengan total 416 ton. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif dari upaya penanganan yang dilakukan di sepanjang garis pantai di Kabupaten Badung.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Badung terus menggencarkan langkah menangani sampah musiman yang kerap muncul saat angin barat. Aksi bersih-bersih pantai dilaksanakan secara rutin di wilayah pesisir, mulai dari Pantai Cemagi hingga Pantai Jimbaran, termasuk kawasan Kedonganan, Kelan, dan Kuta.

Baca juga:  Pasang Jaring di Perairan Yeh Sumbul, Warga Malah Temukan Ini

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih telah berlangsung berkelanjutan selama beberapa pekan dan dijadwalkan dua kali dalam sepekan sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan pesisir.

“Kami melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai secara bersama-sama akibat sampah musiman yang terbawa angin barat. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan yang kedua dan kami lakukan dua kali dalam sepekan. Tidak hanya di kawasan pantai, bersih-bersih juga dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Kami sebagai pimpinan turun langsung ke lapangan untuk memberikan contoh,” ujarnya.

Ia berharap gerakan kebersihan ini dapat dilakukan secara berjenjang hingga tingkat banjar agar kesadaran masyarakat tumbuh dan penanganan sampah lebih efektif.

Baca juga:  Segini, Dana Kampanye GiriAsa

“Kami yakin dan percaya, apabila kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, maka permasalahan sampah di Kabupaten Badung, khususnya di wilayah pesisir, dapat teratasi. Tentunya, hal ini memerlukan peran serta seluruh elemen masyarakat di Bali, khususnya di Kabupaten Badung,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Pantai Kedonganan, I Made Pakris menyatakan, pihaknya telah menyiapkan tim mitigasi kebersihan sejak awal agar pengelolaan berjalan terstruktur dan berkesinambungan di Pantai Kedonganan.

“Pembentukan bidang kebersihan tersebut merupakan bagian dari penerapan konsep Sapta Pesona Pariwisata, di mana kebersihan menjadi salah satu unsur utama yang wajib dijaga di kawasan destinasi wisata,” kata Pakris.

Baca juga:  Melasti di Jembrana Dipusatkan di 14 Pantai

Selain membentuk tim internal, pengelola juga berkolaborasi dengan komunitas setempat untuk mempercepat penanganan sampah. Namun, volume sampah kiriman dinilai membutuhkan solusi menyeluruh dari hulu.

Pakris menilai pembersihan pantai hanya solusi jangka pendek. Ia berharap pemerintah daerah dan pusat memperkuat pengelolaan sampah dari wilayah asal agar persoalan tidak berulang setiap tahun.

Sejak Oktober 2025 hingga Jumat (13/2), total sampah di pantai yang terangkut mencapai 1.408 ton. Sementara itu, sampah yang masih menumpuk di sejumlah STO pantai mencapai 1.865 ton, tersebar di Pantai Jerman, Kuta, Legian, Jimbaran, Kedonganan, Seminyak, Petitenget, Cemagi, dan Berawa. (Parwata/balipost)

BAGIKAN