Alat pendeteksi tsunami yang dipasang di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kebutuhan alat pendeteksi tsunami di Kabupaten Tabanan masih jauh dari ideal. Dari bentang panjang garis pantai selatan yang membentang dari Kediri hingga Selemadeg Barat, saat ini baru satu unit perangkat peringatan dini yang terpasang, yakni di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Sri Nadha Giri menyebutkan, secara ideal, wilayah Tabanan membutuhkan sedikitnya lima unit alat agar sistem peringatan dini bisa menjangkau seluruh kawasan pesisir. Dengan satu alat saja, suara sirine tidak mungkin terdengar hingga ke wilayah barat.

Baca juga:  Pasca Penggrebekan, Kapolda Bantah Tak Tersentuh Aparat Dan Perintahkan Akasaka Ditutup

“Kalau hanya satu di Kedungu, tidak mungkin terdengar sampai Tegal Mengkeb di Selemadeg Timur, apalagi Selemadeg Barat,” ujarnya, Rabu (11/2).

Menurutnya, alat itu merupakan bantuan dari Pemprov Bali dan sudah terpasang cukup lama. Meski demikian, kondisinya dipastikan masih berfungsi karena dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan. Sri Nadha Giri menegaskan, walaupun belum pernah terjadi tsunami di Tabanan, langkah antisipasi tetap harus diperkuat. Wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia memiliki potensi ancaman sehingga membutuhkan dukungan sistem peringatan dini.

Baca juga:  Pelaku Pariwisata Minta Ada Alat Pendeteksi Tsunami di Pantai

BPBD Tabanan pun telah mengusulkan penambahan alat ke pemerintah provinsi. Namun pengadaannya terkendala biaya. Satu unit alat diperkirakan menelan anggaran Rp400 juta hingga Rp500 juta. Selain mahal, ketersediaannya juga terbatas karena diproduksi di Jepang.

“Kalau pengadaan sendiri tentu berat. Karena itu kami berharap ada dukungan dari pemerintah di atasnya,” katanya.

Sambil menunggu realisasi bantuan, BPBD terus menggencarkan sosialisasi dan simulasi kebencanaan hingga ke desa-desa. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tetap siap menghadapi kemungkinan terburuk. (Puspawatil/balipost)

Baca juga:  Nelayan di Melaya Hilang, Diduga Tenggelam

 

BAGIKAN