Masyarakat Desa Adat Suwat menggelar Tradisi Siat Yeh (Perang Air), puncak acara Festival Air Suwat sebagai simbol penyucian diri.(BP/kup)

GIANYAR, BALIPOST.com – Mengawali tahun baru 2026, Desa Adat Suwat, Kecamatan Gianyar, Kamis (1/1) kembali menyelenggarakan tradisi ikonik Siat Yeh (Perang Air) sebagai puncak dari Festival Air Suwat (FAS) ke-10. Ratusan krama (warga) dan wisatawan tetap antusias memadati area catus pata desa untuk mengikuti ritual pembersihan diri tersebut.

Tradisi yang telah ajeg dilaksanakan selama sepuluh tahun ini diawali dengan prosesi Mendak Tirta di Pengelukatan Siwa Melahangge. Air suci tersebut menjadi simbol utama dalam ritual Siat Yeh yang dimaknai sebagai sarana ruwatan (pembersihan) diri dari aura negatif tahun sebelumnya guna menyongsong energi positif di tahun yang baru.

Baca juga:  60 Paket Sabu "Dibayar" 11 Tahun Penjara

Bendesa Adat Suwat, Ngakan Putu Sudibya, ST, di sela pelaksanaan Siat Yeh mengajak seluruh Krama Desa Adat Suwat bersatu. “Walaupun ada perbedaan warna di tengah masyarakat, bagaimana menyikapi perbedaan warna tersebut selanjutnya bersatu menjadi satu Krama Desa Adat Suwat,” ucapnya.

Terkait pembangunan di Desa Adat Suwat, Ngakan Sudibya menyampaikan Desa Adat Suwat dibangun dengan kerja keras. “Keuntungan dari pembangunan dan pengelolaan Suwat Waterfall akan sepenuhnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Suwat,” tegasnya.

Baca juga:  Gedong Kirtya, Museum Ribuan Lontar Sejarah di Singaraja

Sebelum tradisi perang air dimulai, para pengunjung disuguhkan pementasan Fragmen Tari Kamandalu. Pementasan ini dibawakan Sanggar Pancer Langit.

Selain sebagai perayaan budaya, festival ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata. Desa Adat Suwat di bulan kedua Tahun 2026 berencana membagikan keuntungan dari pengelolaan Suwat Waterfall kepada krama desa. Pembagian ini menjadi simbol keberkahan dan kesejahteraan bersama yang dihasilkan dari sektor pariwisata berbasis komunitas. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Ari Dwipayana: Keluarga adalah Penjaga Terdepan Budaya dan Manuskrip Kuno Nusantara
BAGIKAN