Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Presiden World Water Council Loic Fauchon (kiri) menyampaikan paparan dalam agenda Adoption Ministerial Declaration and Closing Remarks Pertemuan Tingkat Menteri World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5/2024). (BP/Ant)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kesetaraan akses terhadap air bersih di pulau-pulau kecil pada gelaran World Water Forum Ke-10 2024 di Bali diserukan oleh Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa sebagian besar negara kepulauan kecil memiliki permasalahan yang sama seperti keterbatasan sumber daya, urbanisasi, pertanian, keterpencilan, kerentanan terhadap bencana alam karena pusat ekonomi dekat garis pantai, dan lingkungan alam yang rentan.

“Di negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang, tantangan-tantangan ini semakin diperburuk oleh kurangnya sumber daya keuangan dan kapasitas teknis, sehingga mengganggu implementasi rencana ketahanan iklim,” kata Basuki dalam keterangannya di Badung, Bali, dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (23/5).

Baca juga:  Akses Jalan Penghubung Pemuteran-Keladian Tertutup Longsor

Basuki menjelaskan, untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait air maka penting untuk membangun dan memfasilitasi pemahaman berbasis pengetahuan mengenai dampak perubahan iklim terhadap negara-negara kepulauan kecil, pulau-pulau kecil, dan negara bagian.

“Pertemuan High Level Panel ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja sama dalam mendorong dan menerapkan pengelolaan sumber daya air terintegrasi di pulau-pulau kecil,” ujarnya.

Sementara, Wakil Menteri Luar Negeri RI Pahala Mansury mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan akses air bersih merata di seluruh pulau, termasuk di pulau-pulau kecil.

Baca juga:  Air Keruh, Produksi Air Terkendala

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci tercapainya tujuan aksesibilitas air bersih di pulau-pulau kecil.

“Melalui World Water Forum Ke-10 ini, Pemerintah Indonesia dan perwakilan delegasi dari negara yang hadir mempunyai komitmen dalam mendorong pemerataan akses air bersih untuk pulau kecil,” ujar Pahala.

Chief Financial Officer of the Water and Energy Company the Island of Bonaire Joanne Balentien mengatakan bahwa Bonaire merupakan negara kepulauan yang sangat peduli terhadap akses air bersih.

Baca juga:  Dua LPD Ancam Sita Aset Nasabah Yang Tunggakannya Membengkak

Kehadiran World Water Forum Ke-10 diharapkan memberikan langkah nyata pada keberlangsungan sumber daya air di pulau kecil.

“World Water Forum Ke-10 ini menjadi sarana bersinergi di mana kita bisa saling bertukar pengalaman dan wawasan terkait air. Pemerintah Bonaire sendiri memastikan pemasangan pipa merata agar penduduk yang tinggal merasa aman dan bebas memakai dan mengkonsumsi air bersih,” katanya.

Adapun World Water Forum Ke-10 dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 18–25 Mei 2024 dengan tema besar ‘Air untuk Kesejahteraan Bersama’ atau ‘Water for Shared Prosperity’. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN