
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kondisi jembatan akses jalan utama yang menghubungkan Desa Suana dengan Desa Batununggul, Nusa Penida, saat ini memprihatinkan. Jembatan yang berada di wilayah Desa Adat Karangsari itu mengalami retakan akibat hujan deras yang terus terjadi belakangan ini.
Hujan intens memicu air bah di aliran tukad mati tepat di bawah jembatan. Akibatnya, struktur bagian dalam jembatan mulai retak.
Jika tidak segera ditangani, retakan dikhawatirkan akan semakin melebar karena tanah penyangga di bawah jembatan terus tergerus air laut, khususnya di sisi utara yang belum dilindungi tembok penahan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena kondisi jembatan nyaris putus. Padahal, jalur ini merupakan satu-satunya akses utama penghubung antar desa. Jika jembatan sampai putus, konektivitas warga dipastikan lumpuh.
Kekhawatiran semakin besar mengingat lokasi jembatan berdekatan dengan Pura Goa Giri Putri, salah satu destinasi wisata spiritual utama di Nusa Penida yang setiap harinya ramai dikunjungi pamedek lokal maupun wisatawan mancanegara.
Bendesa Adat Karangsari, I Kadek Muliastawan, mengatakan kondisi jembatan tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kecamatan Nusa Penida. “Foto-foto kondisi jembatan sudah saya kirim ke PU Cabang Nusa Penida, semoga cepat dapat perbaikan,” ujarnya, Jumat (23/1).
Sementara itu, Kepala Dinas PU Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda saat dikonfirmasi menyatakan telah menginstruksikan Dinas PU Kabupaten Klungkung untuk segera turun ke lapangan. “Saya sudah koordinasikan dengan PU Kabupaten Klungkung,” tegasnya.
Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan berdampak pada keselamatan serta aktivitas masyarakat dan wisatawan. (Ketut Winata/balipost)










