DENPASAR, BALIPOST.com – Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., menjadi narasumber tunggal dalam kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Sabtu (4/5). Bertempat di Aula Taman Asoka Unhi Denpasar, kuliah umum mengusung tema “Gen-Z Penerus Masa Depan Bali: Membangun Peradaban Masa Depan Bali”.

Dalam kuliah tersebut, Wayan Koster memaparkan visi dan strategi untuk pembangunan Bali masa depan, dengan menekankan pentingnya menciptakan arah yang jelas untuk 100 tahun ke depan.

Terkait hal tersebut, Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., mengatakan sangat penting bagi institusi dan mahasiswa untuk mengetahui arah pembangunan Bali masa depan yang jelas hingga 100 tahun ke depan. Bagi institusi, pengembangan kurikulum dan produk baru harus sesuai dengan kebutuhan masa depan Bali. Sedangkan bagi mahasiswa, penting untuk menganalisis kebutuhan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan zaman.

Apalagi, selama kepemimpinannya menjadi Gubernur Bali, Wayan Koster tidak mengenal lelah untuk berbuat baik untuk Bali. Berbagai tantangan dihadapi. Terutama pada saat menghadapi pandemi Covid-19 yang menyebabkan terpuruknya sektor ekonomi Bali yang kala itu bertumpu pada pariwisata. Pada kondisi terswbut, dikatakan Wayan Koster menyusun program-program untuk menyeimbangkan struktur perekonomian Bali yang dituangkan dalam satu buku. Yaitu, Ekonomi Kerthi Bali. Buku ini dijadikan pedoman oleh Bappenas dalam menyusun peta jalan transformasi ekonomi Bali.

Baca juga:  Dianggap Minim Terdampak COVID-19, Bali Didorong Kembangkan 3 Sektor Ini

Damriyasa mengatakan bahwa untuk menjaga pembangunan Bali masa depan Wayan Koster juga telah menerbitkan sebuah kebijakan berupa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025 – 2125. Dimana, Perda ini diharapkan mampu membangun masa depan Bali dengan memperkuat dan memajukan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali untuk membangun peradaban masa depan Bali.

Tidak hanya itu, diungkapkan bahwa Wayan Koster juga sangat konsen dalam dunia pendidikan. Saat menjadi anggota Komisi X DPR RI, ia banyak membuat kebijakan terkait perguruan tinggi, sertifikasi guru dan dosen yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen hingga Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster menekankan peran penting Generasi Z dalam mewujudkan masa depan Bali, yang pada saatnya nanti akan menjadi bagian integral dalam dunia kerja sesuai dengan talenta dan profesi yang mereka miliki. Dengan arah yang jelas dan partisipasi generasi muda, Bali siap memasuki era baru yang penuh potensi dan kemajuan.
Kuliah Umum yang dimoderatori oleh I Putu Fery Kariada, S.Pd., M.A., peserta mendapatkan gambaran dari Wayan Koster tentang masalah yang dihadapi Bali. Kata Gubernur Bali periode 2018 – 2023 jebolan ITB ini, ada 6 masalah yang dihadapi Pulau Bali.

Baca juga:  Dulang Suara Rakyat di Pilgub Bali, Reklamasi Teluk Benoa Jadi "Komoditi" Politik

Di antaranya, wilayah Bali yang kecil yang luasnya hanya 5.590 km2, telah menjadi pertarungan banyak pihak yang mengeksploitasi Bali. Jumlah Penduduk Bali 4,32 juta yang semakin meningkat, saat ini membutuhkan sumber kehidupan. Terkikisnya adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal yang dapat mengancam keajegan dan daya tarik Bali. Sumber daya alam semakin terbatas, yang mampu mengancam kehidupan masyarakat. Lahan produktif dan sawah semakin berkurang akibat masifnya alih fungsi lahan. Dan, kebutuhan pangan yang strategis semakin bergantung dari luar.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Koster menyusun pembangunan masa depan Bali yang berlandaskan pada Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali dan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025 – 2125. Dimana kedua landasan ini diharapkan mampu membangun masa depan Bali dengan memperkuat dan memajukan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali. Begitu juga dapat mengendalikan alih fungsi lahan produktif dan sawah. Menjaga kedaulatan pangan, Bali mandiri energi dengan energi bersih, SDM Bali unggul, meningkatkan pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi.

Baca juga:  2017, Inspektorat Dapati 63 Temuan di Pemkab Gianyar

Koster yang juga dikenal sebagai mantan dosen di Universitas Tarumanagara, Universitas Pelita Harapan, dan STIE Perbanas dengan mengajar mata kuliah Ilmu Kalkulus, Statistik dan Probabilitas, serta Metode Penelitian memberikan gambaran nyata bahwa selama kepemimpinannya menjadi Gubernur Bali upaya pemerataan pembangunan telah diwujudkannya dengan pembangunan infrastruktur. Meliputi, Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih; Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (dalam proses); Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali (dalam proses dan hampir selesai); Shorcut Singaraja-Mengwitani; Pelabuhan Sanur-Denpasar; Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida; Pelabuhan Bias Munjul-Nusa Ceningan; sampai Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, Gilimanuk-Mengwi (dalam proses).

Dalam kuliah umum tersebut, para dosen dan mahasiswa Unhi Denpasar menyampaikan pandangan dan harapannya kepada Wayan Koster untuk Bali ke depan. Mulai dari pariwisata Bali yang diharapkan agar mampu mewujudkan tingkat kebahagiaan masyarakat Bali. Begitu juga pelestarian budaya Bali dikalangan generasi muda diharapkan terus dilakukan upaya pemberdayaan yang berpedoman pada Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. (Ketut Winata/balipost)

Tonton selengkapnya di video

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *