Mulang Pekelem saat upacara Melasti di Segara Pengambengan, Jumat (8/3) diikuti Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wabup Patriana Krisna. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Jelang Hari Raya Nyepi umat Hindu menggelar upacara Melasti, termasuk di Kabupaten Jembrana. Pelaksanaan melasti diikuti ribuan masyarakat Hindu dipusatkan di lima titik pantai dan pura segara masing-masing kecamatan.

Tak terkecuali Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang turut hadir bersama istri serta Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Mereka mengikuti prosesi melasti di Pura Segara Pantai Pengambengan Kecamatan Negara, Jumat (8/3).

Upacara diawali dengan persembahyangan bersama. Kemudian berbagai pratima dan pralingga disucikan ke laut. Sebelumnya, Bupati bersama jajaran sempat menghaturkan upacara mulang pekelem ke tengah laut.

Baca juga:  Rusak dan Bocor, KPU Minta Perbaikan Kantor ke Bupati

“Hari melasti ini saya ikut prosesi upacara sekaligus melihat langsung keberagaman masing-masing desa adat, menyucikan Ida Betara serta sesuhunan. Astungkara karena semangat mengemban tugas di adat, upacara hari ini lancar dan kompak,” ucapnya.

Bupati juga menyampaikan genah Melasti di Segara Pengambengan ini resmi milik desa adat se-Kecamatan Negara dengan luas sekitar 2,5 hektar. Selain itu, wujud perhatian pemerintah daerah dengan memberikan bantuan pembangunan di tiap genah melasti di Kabupaten Jembrana senilai Rp 1 miliar. “Masing-masing tempat melasti di Jembrana kita bantu untuk pembangunan dan perbaikan 1 miliar, agar representatif dan bagus,” terang Bupati Tamba.

Baca juga:  Jembrana Kembali Alami Puluhan Kasus COVID-19, Salah Satunya Kadis

Bupati juga menekankan, kekompakan dalam beragama inilah yang diharapkan sehingga prosesi agama itu bisa tetap ajeg dan membawa berkah bagi semua. Secara khusus Bupati mengingatkan pentingnya toleransi dan kerukunan mesti dijunjung tinggi.

Sikap itu dengan tidak terpancing provokasi yang memperkeruh suasana toleransi. Terlebih rangkaian hari raya beda agama berdekatan. “Mari bantu saling toleransi yang tinggi, mogi-mogi semua masyarakat Jembrana memahami ini semuanya,” ujarnya.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Jembrana, I Nengah Subagia mengatakan secara umum perayaan hari raya nyepi diawali upacara melasti, kemudian yang kedua ada tawur, ketiga sipeng, serta terakhir ngembak. Berkaitan dengan pelaksanaan melasti, menurutnya, bisa terselenggara dengan baik karena didukung dengan kehadiran umat di Segara Pengambengan..

Baca juga:  APBN 2019 Dirancang untuk Hadapi Gejolak Global

Selaku pimpinan majelis desa adat, Subagia juga berharap tiap tahun kualitas perayaan Nyepi semakin berkualitas. Salah satunya melalui tata cara melaksanakan catur brata penyepian dengan sungguh-sungguh.

“Jadi silakan laksanakan brata penyepian, amati karya, amati geni, amati lelungan, amati lelanguan. Jadi kalau sudah itu dilaksanakan dengan khusyuk, semua umat sedharma termasuk juga umat yang tergabung dalam MKUB dapat berjalan sama-sama sehingga kerukunan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya. (Adv/balipost)

BAGIKAN