
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas PUPRPerkim menggelontorkan anggaran sebesar Rp4 miliar dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi untuk penguatan jaringan irigasi. Program ini difokuskan pada daerah pertanian produktif sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.
Kepala Dinas PUPRPerkim Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, Kamis (5/3), mengatakan, perbaikan irigasi menjadi prioritas karena sektor pangan dinilai sangat strategis. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat yang menekankan pentingnya menjaga lahan sawah serta mendukung berbagai program ketahanan pangan.
Menurutnya, saat ini terdapat 25 saluran irigasi yang diperbaiki dan tersebar merata di masing-masing kecamatan. Seluruhnya berada di wilayah pertanian yang masih produktif.
Ia menegaskan, perbaikan tersebut bukan semata-mata akibat kerusakan karena bencana, melainkan untuk meningkatkan kualitas jaringan agar distribusi air tetap stabil. Dengan jaringan yang lebih baik, pasokan air diharapkan tidak hanya melimpah saat musim hujan, tetapi juga tetap tersedia saat musim kemarau.
“Yang kita lakukan perbaikan jaringan, termasuk memperpanjang saluran yang putus serta penguatan di beberapa titik. Tujuannya agar pengiriman air tetap lancar,” jelasnya.
Dengan penguatan jaringan ini, pola tanam petani, baik padi maupun palawija, diharapkan lebih terjaga sehingga produktivitas pertanian tetap stabil sepanjang tahun.
Selain irigasi, pihaknya juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur lainnya, seperti jalan, jembatan, hingga program bedah rumah. Program-program tersebut dijalankan secara bertahap sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran. (Yudha/balipost)










