
NEGARA, BALIPOST.com – Permohonan bantuan perbaikan atas kerusakan sejumlah bangunan di dalam areal Pura Segara Gilimanuk akibat hujan badai awal Februari lalu, telah diajukan. Bangunan yang mengalami kerusakan diantaranya meru tumpang tiga dan taksu dengan kondisi rusak berat, serta pangelurah yang mengalami kerusakan ringan dengan estimasi biaya ratusan juta untuk pemulihan.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tonny Wirahadikusuma, Kamis (19/2), mengatakan, perkiraan total kerugian dampak badai awal Februari lalu khusus Pura Segara Gilimanuk mencapai Rp350 juta. Sejauh ini sudah dilaporkan dan dimohonkan bantuan ke Provinsi Bali untuk perbaikan pura yang berada di dekat Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk tersebut. “Kita sudah bersurat ke Gubernur Bali lewat BPBD provinsi terkait kerusakan Pura Segara ini,” kata Lurah.
Pura ini merupakan salah satu parahyangan Desa Adat Gilimanuk dan berada paling ujung wilayah Gilimanuk. Belum lama ini, pura ini mendapatkan bantuan untuk penataan.
Sebelumnya, areal Pura Segara ini menjadi tempat prosesi melasti rangkaian Nyepi bagi krama Gilimanuk. Namun setelah tempat melasti dipindah ke Pantai Gilimanuk di lingkungan Samiana dan sudah dilakukan hampir dua tahun ini.
Jalur iring-iringan makiis berawal dari Pura Segara menuju Pura Puseh yang berada di jalan utama menuju pelabuhan. Prosesi berlanjut ke Pura Dalem dan ke genah Melasti. (Surya Dharma/balipost)










