Warga Desa Adat Kelating gotong royong memperbaiki ruas jalan yang rusak berat untuk mencegah lakalantas. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Ruas jalan menuju Pantai Kelating di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, akan ditutup sementara selama tiga hari menyusul perbaikan kerusakan jalan yang jebol di depan Pura Puseh Desa Kelating. Perbaikan dilakukan secara swadaya melalui gotong royong oleh Desa Adat Kelating, Minggu (8/3).

Penutupan jalan tersebut dilakukan demi kelancaran proses perbaikan sekaligus menghindari potensi kecelakaan, mengingat kondisi jalan sudah tidak layak dilintasi kendaraan. Bendesa Adat Kelating, Dewa Made Maharjana mengatakan, keputusan penutupan jalan sementara tersebut merupakan hasil koordinasi dengan pemerintah desa.

“Kemungkinan kita tutup sementara sekitar tiga hari. Ini sudah kami koordinasikan dengan Ketua BPD Desa Kelating dan Perbekel agar selanjutnya juga dapat melakukan koordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

Kerusakan jalan tersebut sudah terjadi hampir lebih dari sebulan. Awalnya kondisi jalan hanya mengalami kerusakan sedang, namun semakin parah setelah hujan deras beberapa waktu lalu yang menyebabkan saluran air di lokasi tersebut jebol hingga air meluap ke badan jalan.

Titik kerusakan paling parah berada tepat di depan Pura Puseh Desa Kelating. Kondisi ini membuat akses jalan yang sebelumnya masih bisa dilalui dengan ruang terbatas kini semakin membahayakan pengguna jalan.

Baca juga:  Diterjang Banjir, Jalur Luwus–Petang Putus Total

Menurut Maharjana, sebelumnya pihak desa adat sempat menunda rencana gotong royong yang sedianya akan dilakukan satu minggu lalu karena ada informasi dari dinas terkait yang menyatakan perbaikan akan segera dilakukan hanya dengan estimasi waktu satu hari rampung.

“Waktu itu dari dinas seperti PU dan BPBD sudah turun ke lokasi dan menyampaikan jalan akan segera diperbaiki, bahkan rencananya diganti dengan box culvert karena kondisinya sudah tidak bisa dilalui,” jelasnya.

Namun setelah ditunggu lebih dari seminggu, perbaikan yang dijanjikan belum juga terealisasi. Sementara, kondisi jalan semakin memburuk dan bahkan sempat menyebabkan seorang warga terjatuh saat melintas di lokasi tersebut. Situasi ini semakin mendesak karena dalam waktu sekitar sepekan ke depan masyarakat Desa Kelating serta kemungkinan dari desa luar juga akan melaksanakan prosesi melasti ke Pantai Kelating menjelang hari raya Nyepi.

“Kami seminggu lagi sudah ada kegiatan pamelastian. Daripada terjadi masalah seperti warga jatuh, apalagi saat mengusung pratima yang biasanya dilakukan pagi hari, tentu sangat berbahaya jika jalan tetap rusak,” katanya.

Baca juga:  Tahun Ini, Jalan Putus di Dusun Serai Segera Ditangani

Bahkan sebelumnya rombongan warga dari desa lain yang hendak melaksanakan melasti ke Pantai Kelating terpaksa diminta memutar balik karena kondisi jalan tidak memungkinkan untuk dilintasi. “Kami mohon maaf kepada yang sempat Melasti ke sini dan kami minta putar balik. Tidak ada maksud lain, murni karena jalannya rusak dan berbahaya,” tambahnya.

Mengingat waktu yang semakin dekat dengan kegiatan adat, desa adat akhirnya memutuskan melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan anggaran desa adat. Material beton pun telah disiapkan untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut satu bulan lalu. Nantinya, selama penutupan jalan berlangsung, pengguna jalan dari arah Kerambitan dapat menggunakan jalur alternatif melalui Tibubiyu. Selain itu tersedia pula akses jalan usaha tani dari wilayah Penarukan menuju Banjar Sanging.

Perbaikan yang dilakukan, lanjut kata Marjana bersifat darurat dengan memperbaiki bagian box paling atas agar kendaraan masih bisa melintas. “Ini hanya penanganan sementara supaya jalan tidak putus. Kalau nanti pemerintah melakukan perbaikan, tentu kami persilakan agar penanganannya lebih maksimal,” katanya.

Baca juga:  Merpati Bali Tekuk Pekanbaru All Stars

Dia menegaskan, perbaikan swadaya tersebut murni dilakukan untuk kebutuhan mendesak, bukan karena kepentingan lain. Apalagi jalan tersebut merupakan jalur utama tanpa alternatif bagi masyarakat yang hendak menuju pantai maupun desa sekitar.

Sementara itu Sekretaris Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana memastikan perbaikan permanen di ruas jalan menuju pantai Kelating Kerambitan tersebut akan dilakukan, hanya saja pelaksanaannya setelah hari raya Nyepi. Terkait dengan penundaan, dijelaskan Partana, terjadi karena adanya penyesuaian administrasi pascapemekaran dinas serta proses pengadaan material yang membutuhkan waktu, sehingga tidak dapat diperoleh secara langsung. “Perbaikan permanen sudah kami rencanakan alokasi anggaran sekitar Rp100 juta, setelah Nyepi,” ucapnya

Menurutnya, dalam penanganan permanen nanti pemerintah akan memasang box culvert mengingat di bawah badan jalan terdapat aliran air. Selain itu, sisi pinggir jalan juga akan diperkuat agar lebih aman dan tidak mudah jebol kembali. “Meski masyarakat sudah memperbaiki secara swadaya, penanganan permanen tetap kami lakukan,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN