Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (14/11/2023). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Uji coba sistem transaksi Tol Non Tunai Nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) dilakukan secara perdana di Tol Bali Mandara pada pekan kedua Desember 2023. Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Jakarta, dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (14/11).

Kementerian PUPR melakukan uji coba kemudian dilakukan evaluasi, serta kalau dinilai berhasil maka uji coba MLFF tersebut diperluas. “Setelah MLFF dilakukan uji coba kemudian dilakukan evaluasi dan kalau itu berhasil maka diperluas. Saya ingatkan bahwa transisi dari pembayaran tunai ke pembayaran non-tunai melalui taping kartu e-toll memiliki tantangannya,” kata Basuki.

Baca juga:  Jokowi Kunker di Bali, Tambahan Kasus COVID-19 Masih 2 Digit

Begitu pula untuk transisi dari taping kartu e-toll ke sistem MLFF, lanjutnya, terdapat perubahan sikap dan disiplin dari pengguna jalan tol.

Selama proses transisi dan uji coba MLFF, Kementerian PUPR tetap mengoperasikan palang atau barrier di gerbang tol untuk mencegah potensi kerugian atau potential loss.

“Kita pakai barrier di gerbang tol terlebih dahulu, nanti kalau sudah data registrasi kendaraannya membaik baru kita hilangkan barrier tersebut. Barrier di gerbang tol ini untuk mencegah potential loss,” kata Basuki.

Baca juga:  Angka Pengangguran Bali Terendah se-Indonesia

Selama uji coba di Tol Bali Mandara tersebut, Kementerian PUPR juga masih tetap memberlakukan sistem pembayaran dengan taping kartu e-toll di gerbang tol.

Tol Bali Mandara dipilih sebagai lokasi uji coba perdana karena tol tersebut berskala terbatas, sehingga dapat dilakukan uji coba yang terkendali.

Basuki mengatakan MLFF diujicobakan di tol-tol lainnya yang berada di Jawa setelah melihat hasil uji coba perdana di Jalan Tol Bali Mandara, Bali. “Kalau sudah berhasil nanti dilakukan uji coba di Jakarta, di area perkotaan terlebih dahulu,” katanya.

Baca juga:  Langgar Izin Tinggal 6 Tahun hingga Sempat Menggelandang, WN China Dideportasi dari Bali

Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi Cantas yang diintegrasikan dengan data ERI (Electronic Registration and Identification) atau data kepemilikan kendaraan yang dimiliki oleh Korlantas Polri.

Salah satu manfaat dengan kehadiran sistem transaksi MLFF ini adalah efisiensi biaya operasi dan meminimalkan penggunaan bahan bakar kendaraan. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN