Para nelayan di Desa Pesinggahan, Klungkung, saat menyampaikan keluhan sulitnya mendapatkan BBM. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Masyarakat di pesisir sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Namun, belakangan mereka mengaku kian sulit mendapatkan BBM Bersubsidi untuk kebutuhan melaut. Kesulitan yang sedang dihadapi para nelayan ini, disampaikan oleh para nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Segara Mekar dan Kelompok Nelayan Segara Wahyu, Klungkung, saat hadir dalam kegiatan Minggu Kasih yang digelar Dit. Polairud Polda Bali, Minggu (3/9).

Pembelian BBM khususnya BBM Bersubsidi kini sangat sulit diperoleh nelayan. Jika kebutuhan BBM tidak bisa teratasi, maka para nelayan pun kian sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup karena praktis tidak akan bisa melaut mencari ikan. Maka, dengan kesulitan yang sedang dihadapi para nelayan ini, pihaknya berharap pihak kepolisian dari Polairud Polda Bali, dapat membantu para nelayan setempat, agar dipermudah untuk memperoleh BBM Bersubsidi.

Baca juga:  Ribuan Nelayan di Buleleng Belum Tercover Asuransi

Tidak hanya soal sulitnya memperoleh BBM Bersubsidi, para nelayan pada kesempatan itu, juga menyampaikan jaring nelayan yang sering rusak, akibat kapal boat yang melintas di areal tempat mereka melaut. Jaring yang dipasang di tengah laut, kerap ditabrak boat. Kalaupun mendapatkan ganti rugi, sering kali nilainya tidak sebanding dengan kerusakan jaring. Persoalan ini sudah sejak lama dialami para nelayan. Tetapi, sampai sekarang belum ada solusi nyata untuk mengatasinya.

Baca juga:  Nyepi, Pasokan BBM dan Elpiji Stabil

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dir. Polairud (Kepolisian Perairan dan Udara) Polda Bali Kombes. Pol. Ponadi, mengatakan masalah BBM subsidi untuk nelayan, sifatnya memang terbatas. Maka, untuk memperolehnya harus ada surat rekomendasi dari aparatur desa setempat guna mendapatkan BBM sesuai kebutuhan. Sehingga para nelayan bisa mendapatkan BBM yang cukup untuk untuk perahu atau sampannya dalam mencari ikan ke tengah laut.

Sementara terkait dengan seringnya jaring nelayan yang rusak saat boat melintas, pihaknya menegaskan ke depan perlunya dipasang tanda-tanda, menentukan jalur-jalur atau pembatas areal pemasangan jaring oleh nelayan. “Nantinya masalah tersebut akan kami sampaikan pada saat ada rapat ANSI (Aliansi Nelayan Seluruh Indonesia) untuk dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.

Baca juga:  Kasus Sumbangan Mahasiswa Jalur Mandiri, Kejati Bali Geledah Kampus Unud

Setelah sesi tanya jawab dengan para nelayan, acara ini diakhiri dengan pembagian sembako yang diberikan oleh Kapolda Bali melalui Dir. Polairud Polda Bali. Sembako diberikan kepada para nelayan yang hadir dalam acara tersebut, khususnya yang tinggal di sekitar Pantai Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung. (Bagiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *