Ilustrasi. (BP/istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sebanyak 9.417 temuan isu hoaks dalam 5 tahun terakhir, atau periode Agustus 2018 hingga 16 Februari 2023. Selain itu, terdapat pula 1.730 kasus penipuan pada periode yang sama.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius W. Pudjianto mengatakan dunia digital itu berisi berbagai macam informasi yang sifatnya positif, tapi tidak kalah banyak informasi yang berisi konten negatif bahkan informasi yang salah, bahkan hoaks. Dikutip dari Kantor Berita Antara, Boni pun mengatakan kunci agar masyarakat terhindar dari informasi atau konten yang mengandung disinformasi, misinformasi, malinformasi, hoaks, hingga penipuan adalah literasi digital.

Baca juga:  Terlibat Kasus Penipuan dan Pemalsuan, Warga India Diekstradisi

Kemenkominfo, kata dia, terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat, salah satunya lewat kolaborasi dengan perguruan-perguruan tinggi untuk mewujudkan masyarakat yang makin cakap digital.

Bentuk kolaborasi yang dilakukan di antaranya dengan menggelar kuliah tentang literasi digital yang melibatkan Kemenkominfo, pakar, maupun praktisi.

Selain itu, program literasi digital juga akan disematkan dalam berbagai kegiatan mahasiswa seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa bisa berperan dalam memberikan literasi digital kepada masyarakat.

Baca juga:  BRI Jadi “The Best Bank in Digital Service" di TFA 2022

“Kami mengharapkan dengan mahasiswa meliterasi kepada masyarakat maka bisa mengurangi kemungkinan timbulnya berbagai informasi yang misinformasi, disinformasi, dan malinformasi, hoaks yang beredar di dunia digital,” ucap Boni.

Lebih lanjut Boni menambahkan bahwa lewat kolaborasi ini diharapkan indeks literasi digital nasional juga bisa meningkat. Diketahui, indeks literasi digital nasional saat ini berada di angka 3,54 dari skala lima atau masuk kategori sedang.

Baca juga:  Tahanan Kabur Terlibat Pencurian dan Penipuan

“Kami sangat mengharapkan dari program kolaborasi ini maka indeks literasi digital yang akan kami ukur di akhir tahun 2023 bisa meningkat,” kata dia. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *