Komang 'Odon' Sugita. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tiga petenis meja Bali, dipanggil guna mengikuti seleknas SEA Games, di Jakarta Utara, 30 Januari – 2 Februari. Mereka adalah Komang ‘Odon’ Sugita, Komang Anik Sudarnita, serta Made Sisca Pratiwi. Sayangnya, langkah Made Sisca tersisih di babak penyisihan, sedangkan Komang Odon dan Komang Anik masih melaju hingga babak 12 besar.

Pelatih Deddy da Costa, yang dihubungi, Kamis (2/2), menuturkan, atlet tenis meja yang dipanggil PP PTMSI, guna mengikuti seleknas terdiri atas putra (24) dsn putri (24). “Mereka ini dipanggil berdasarkan prestasinya pada berbagai event kejurnas,” sebut Deddy.
Petenis meja yang tersisa 12 putra dan 12 putri ini, bakal saling bertemu dan mereka harus melakoni laga selama 11 kali, yang cukup panjang dan melelahkan. “Kami harapkan mereka bisa lolos seleknas dan masuk skuad Timnas Merah-Putih,” ujarnya.

Baca juga:  Dari Kebakaran di Pura Desa Denpasar hingga Irjen Ferdy Sambo dan 2 Brigjen Dimutasi

Menurut dia, pembentukan timnas SEA Games biasanya dipanggil 6 sampai 8 atlet, baik putra maupun putri. Pasca mengikuti seleknas, kata dia, tim Bali juga menyiapkan diri turun pada turnamen ‘Smash on Drugs’, di GOR Otista, Jakarta Timur, 8-10 Februari. Kejuaraan yang khusus mempertandingkan nomo ganda ini, tim Bali menerjunkan ganda putra (3) dan ganda putri (3).

Mereka adalah Komang Anik Sudarnita/Made Sisca Pratiwi, Ikha Casuarina Selaka/Reza Amanda, dan Made Riastuningsih/Kadek Ayu Ariartini. Sedangkan di sektor ganda putra, Bali menurunkan Putu Tedja Lajuardi/Komang ‘Odon’ Sugita, Teguh Sanjaya/Dewa Gede Bayu Dwi Andika, serta I Kadek Oggy Kusuma/Pasek.

Baca juga:  Empat Petenis Meja Bali Masuk Pelatnas SEA Games

Dikemukakan, selama ini mereka berlatih intensif sejak awal Januari lalu, dalam rangka persiapan pada turnamen bergengsi yang memperebutkan total hadiah Rp 154 juta. Bahkan, agenda event berikutnya dilanjutkan dengan turnamen ganda putra dan putri, di Cawang, Jakarta Timur, 11-12 Februari. Hanya, persyaratannya atlet yang turun berpasangan total usianya minimal 88 tahun. “Untuk kejuaraan ini, Bali tidak mengirimkan atlet,” kilahnya. (Daniel Fajry/Balipost)

Baca juga:  Kasus Dugaan Korupsi Bedah Rumah Tianyar Barat, Terungkap¬†Penerima "Siluman"

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *