Gepeng di Kuta menyasar wisman dengan memperlihatkan trik sulap dan meminta uang dengan paksa. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Sabtu (3/12), sejumlah peristiwa terjadi. Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online. Ini, cuplikan peristiwa dan link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

1. Jualan Tisu Mulai Ditinggalkan, Ini Modus Baru Gepeng di Kuta

MANGUPURA, BALIPOST.com – Gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang biasa beroperasi di wilayah Kuta, kembali marak. Setelah sebelumnya mereka sering kedapatan menjual tisu dan menjadi pedagang acung keliling, kini modus baru mulai digunakan.

Salah satu modus baru ini adalah menjadi pemain magic trick (sulap). Bahkan, mereka diketahui sering memaksa untuk dibayar setelah melakukan trik sulap itu.

Selengkapnya baca di sini

2. Catat! Ini Titik Kamera ETLE di Negara

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah kamera pengawas lalu lintas mulai di pasang di Kota Negara dan sekitar Kabupaten Jembrana. Kamera ini di antaranya dapat mendeteksi pelanggaran (tilang) yang dilakukan pengguna jalan.

Baca juga:  Lagi, Gempa Tektonik Guncang Karangasem

Pemasangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) ini dilakukan Sabtu (3/12) oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Aan Saputra disela pemasangan tiang untuk ETLE ini mengatakan untuk di wilayah Jembrana di awal dipasang di sembilan titik mulai Gilimanuk hingga perbatasan Tabanan, Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan.

Selengkapnya baca di sini

3. Setelah KTT G20, Gepeng Kembali Berkeliaran di Badung

MANGUPURA, BALIPOST.com – Gelandangan dan pengemis (Gepeng) di kabupaten Badung kembali berkeliaran. Kemunculan gepeng terlihat pascaperhelatan KTT G20.

Baca juga:  Kasus COVID-19 Baru Nasional di Atas 4.500 Orang

Setidaknya, dari data hingga akhir November 2022, terdapat belasan gepeng yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Kabid Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, Wayan Suandi seijin Kastpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan mereka meminta-minta atau menjadi pengasong dan pedagang kerupuk.

Selengkapnya baca di sini

4. “Prekangge” Desa Adat Purwayu Dipilih Berdasarkan “Seserodan”

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kepemimpinan di Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Abang, tidak jauh berbeda dengan desa adat pada umumnya. Bendesa Adat masih sebagai pemucuk, didampingi Pemaden Bendesa, Penyarikan, dan Juru Raksa.

Keempat prekangge desa tersebut tidaklah dipilih secara demokrasi, melainkan berdasarkan keturunan ataupun seserodan. Bendesa Adat Purwayu, I Nyoman Jati mengatakan, ketentuan tersebut merupakan dresta kuno desa setempat.

Baca juga:  Dari Tiga Tokoh Ini Miliki Elektabilitas Tinggi hingga Enam Pemuda Keroyok Satpam Diburu Polisi

Selengkapnya baca di sini

5. Gempa di Garut, Rumah Warga di Cianjur Alami Kerusakan

CIANJUR, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, masih melakukan pendataan terkait gempa 6.4 magnitudo yang terpusat di Barat Daya Kabupaten Garut. Gempa itu dirasakan cukup kencang warga di wilayah selatan Cianjur, sejumlah rumah dilaporkan rusak.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo dikutip dari Kantor Berita Antara, Sabtu (3/12) mengatakan gempa kembali membuat warga Cianjur berhamburan ke luar rumah termasuk di wilayah selatan. Bahkan, sejumlah bangunan mulai dari rumah warga, sekolah dan kantor desa di Kecamatan Cidaun rusak.

Selengkapnya baca di sini

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *