Tangkapan layar peta zona risiko penyebaran COVID-19 di Indonesia. (BP/iah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Masih belum ada kabupaten/kota di Bali yang bergeser ke zona hijau COVID-19. Dari data evaluasi per 5 Desember yang dilansir Rabu (8/12), seluruh kabupaten/kota di Bali ada di zona kuning atau risiko penyebaran rendah.

Bali sudah hampir 3 bulan berada di zona ini. Tepatnya, sudah 11 minggu berturut-turut seluruh kabupaten/kota dikategorikan sebagai wilayah dengan risiko penyebaran COVID-19 yang rendah. Kabupaten/kota itu, yakni Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, Buleleng, dan Denpasar.

Sementara itu, secara nasional, zona hijau terus bertambah. Total ada 58 kabupaten/kota di zona tak ada tambahan kasus COVID-19 atau 11,28 persen dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Sisanya sebanyak 456 kabupaten/kota (88,72 persen) ada di zona kuning.

Baca juga:  Keracunan Gas, Polisi Ungkap Identitas 4 Korban Tewas

Bali pun dari assesmen pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat masih menjalani PPKM Level 2 hingga Senin (13/12). Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Bali, terjadi tren penurunan kasus selama sepekan terakhir ini bila dibandingkan seminggu sebelumnya yang totalnya 83 orang atau rata-rata kasus hariannya mencapai 11,85 kasus.

Dari data mingguan, tambahan kasus Bali sebanyak 59 kasus, yaitu dari 114.201 kasus pada 29 November menjadi 114.260 kasus di 5 Desember. Jika dirata-ratakan terjadi penambahan sebanyak 8,42 kasus dalam sehari.

Untuk kasus sembuh, tambahannya mengalami kenaikan dibandingkan seminggu sebelumnya yang mencapai 45 orang. Tambahan pasien sembuh selama sepekan ini mencapai 59 orang. Yaitu dari 109.989 kasus ke 110.048 kasus. Bila dirata-ratakan kesembuhan harian mencapai 8,42 kasus.

Baca juga:  Soal SE Penggunaan Endek, Ini Penegasan Gubernur Koster

Sementara pada kasus meninggal, dalam sepekan ini dilaporkan sebanyak 4 orang menjadi 4.048 kasus. Atau tercatat sebanyak 0,57 korban jiwa per hari bila dirata-ratakan.

Kasus aktif dalam periode itu juga berkurang dari 168 kasus menjadi 164 kasus. Terdapat penurunan sebanyak 4 kasus dalam sepekan atau secara rata-rata turun 0,57 kasus sehari.

Ketaatan Prokes

Bali masih menyandang predikat provinsi dengan ketaatan protokol kesehatan sangat baik atau zona hijau (ketaatan di atas 91 persen). Persentase ketaatan prokes, baik memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan rata-ratanya ada di atas 97 persen, naik dari seminggu sebelumnya yang mencapai 94 persen.

Dari data terbaru periode pemantauan 29 November hingga 5 Desember, sebanyak 1.082.310 orang di Bali diawasi pelaksanaan prokesnya. Jumlah titik pantau ada di 228.114 lokasi di 9 kabupaten/kota dengan 54 kecamatan dan 414 kelurahan/desa.

Baca juga:  Hadapi DB dan COVID-19, Segini Stok Darah PMI Badung¬†

Hasilnya, kepatuhan memakai masker jika dirata-ratakan dari 9 kabupaten/kota mencapai 98,07 persen atau naik dari sepekan sebelumnya yang mencapai 96,15 persen. Kepatuhan tertinggi ada di Denpasar, dengan persentase mencapai 99,86 persen. Sedangkan kepatuhan terendah ada di Tabanan dengan persentase 96,03 persen.

Sementara itu, untuk kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, jika dirata-ratakan dari 9 kabupaten/kota mencapai 96,36 persen. Persentase ini juga naik dari seminggu sebelumnya yang mencapai 93,34 persen.

Kepatuhan tertinggi disandang Denpasar dengan 99,53 persen. Sedangkan yang terendah adalah Tabanan sebesar 90,07 persen. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN