Kepala Dinkes Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali bergerak cepat merespons gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim pendahuluan dikirim untuk melakukan kaji cepat terhadap kondisi kesehatan dan kebutuhan penanganan di lokasi terdampak sebelum bantuan medis dalam skala lebih besar diberangkatkan.

Kepala Dinkes Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, tim pendahuluan dari Pusat Krisis Kesehatan dan EMT (Emergency Medical Team) Bali telah diberangkatkan menuju Maumere. Tim tersebut bertugas melakukan asesmen awal mengenai kondisi kesehatan masyarakat serta kebutuhan pelayanan medis pascagempa.

“Tim pendahuluan dari Pusat Krisis dan EMT Bali kami kirim ke Maumere. Mereka akan mengkaji cepat kondisi kesehatan, apa yang diperlukan, di mana diperlukan dan tempatnya di mana,” ujar dr. Anom, Minggu (16/8).

Baca juga:  YIA akan Kembali Buka Penerbangan Internasional

Tim pendahuluan yang diberangkatkan terlebih dahulu berjumlah lima orang. Hasil kaji cepat tersebut nantinya menjadi dasar bagi Dinkes Bali untuk menentukan jenis dan jumlah bantuan yang perlu dikirimkan.

Anom menegaskan, Bali tidak ingin mengirim bantuan secara sembarangan tanpa melihat kebutuhan riil di lapangan. Setelah hasil asesmen diterima, Pemprov Bali akan menyiapkan tenaga medis dan logistik sesuai kondisi yang ditemukan.

Dinkes Bali telah menyiapkan personel EMT yang berasal dari sejumlah rumah sakit umum daerah di Bali. Tim tersebut disebut siap diberangkatkan sewaktu-waktu apabila hasil kaji cepat menunjukkan kebutuhan tambahan tenaga medis.

Komposisi tenaga kesehatan yang akan dikirim juga akan disesuaikan dengan kebutuhan. Termasuk di antaranya dokter spesialis, seperti tenaga spesialis bedah, serta tenaga kesehatan lainnya dengan kompetensi yang diperlukan untuk menangani korban maupun masyarakat terdampak.

Baca juga:  Temuan Sarkofagus, Segera Dilakukan Kajian

“Tim EMT Bali ada di semua rumah sakit umum daerah di Bali. Itu sudah siap berangkat, tinggal menunggu pemberitahuan dari tim pendahuluan kita di sana,” kata Anom.

Selain tenaga medis, Dinkes Bali juga melakukan koordinasi mengenai kebutuhan obat-obatan, peralatan kesehatan dan logistik lainnya. Seluruh kebutuhan tersebut akan dipetakan berdasarkan hasil asesmen di lokasi.

Koordinasi dilakukan agar bantuan dari Bali dapat terintegrasi dengan penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah setempat maupun tim kesehatan lainnya yang telah berada di wilayah terdampak.

“Biar terdata ke mana-mana, artinya terkoordinasi dengan baik. Kami juga koordinasi dengan NTT, apa-apa yang diperlukan nanti yang perlu kita bawa, apakah obat-obatan, logistik atau apa yang diperlukan,” ujarnya.

Baca juga:  Pemerintah Didesak Segera Implementasikan Hasil PWA

Anom menyebut langkah tersebut penting mengingat sejumlah tim bantuan dari berbagai daerah dan lembaga juga bergerak menuju wilayah terdampak. Dengan pemetaan kebutuhan yang jelas, bantuan yang dikirim Bali diharapkan dapat mengisi kekurangan di lapangan dan tidak terjadi penumpukan pada jenis bantuan tertentu.

“Nanti masing-masing tim rumah sakit kita kirim. Itu ada spesialis bedah dan lengkap. Itu tergantung kebutuhan yang ada di sana,” katanya.

Pemprov Bali, lanjut Anom, akan terus memantau perkembangan kondisi di NTT melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan tim pendahuluan. Pengiriman tim medis lanjutan akan dilakukan setelah kebutuhan di lapangan teridentifikasi secara lebih jelas.

“Kan banyak juga tim datang, jadi biar kebutuhan mereka berapa, kami kirim,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN