Gubernur Bali, Wayan Koster mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dalam seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) PPN Pengambengan, di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Selasa (29/9). (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, mulai memasuki babak baru. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali melakukan groundbreaking pembangunan pelabuhan perikanan tersebut, Selasa (29/9).

Gubernur Bali, Wayan Koster mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dalam seremoni peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan fisik proyek strategis tersebut.

Gubernur Koster mengatakan, pengembangan PPN Pengambengan akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian Bali, khususnya Jembrana. Pelabuhan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendaratan ikan, tetapi berkembang sebagai pusat aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir.

“Program ini sangat luar biasa. Ini akan menjadi pelabuhan perikanan nasional terbesar di Indonesia yang akan mengembangkan perekonomian Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para nelayan di Bali,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, PPN Pengambengan dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas perikanan. Mulai dari pelayanan kapal, penanganan hasil tangkapan, pengolahan hingga pemasaran hasil perikanan akan dikembangkan dalam satu kawasan.

Baca juga:  Berjam-jam, Tiga Pejabat Unud Diperiksa Terkait Seleksi Jalur Mandiri

Dengan konsep tersebut, keberadaan pelabuhan diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang kompetitif sekaligus berkelanjutan. Aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar pelabuhan juga diproyeksikan memberikan efek berganda bagi masyarakat Jembrana.

Gubernur Koster menyebut pengembangan PPN Pengambengan sejalan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali yang selama ini didorong Pemerintah Provinsi Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali, dikatakan, tidak boleh hanya bertumpu pada pariwisata, tetapi perlu diperkuat melalui sejumlah sektor unggulan lainnya. Di antaranya, pertanian, kelautan dan perikanan, industri branding Bali, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif dan digital.

“Mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah mewujudkan program ini. PPN Pengambengan ini sudah menjadi keinginan Pemerintah Provinsi Bali sejak lama, yaitu membangun perekonomian Bali berbasis kelautan. Ini akan menjadi pusat pembangunan ekonomi baru di Bali yang sangat berdampak bagi masyarakat Bali, khususnya masyarakat Jembrana,” ujar Gubernur Koster.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan PPN Pengambengan menjadi pelabuhan perikanan nasional kedua yang dikembangkan dalam proyek tersebut setelah PPN Kejawanan di Cirebon.

Baca juga:  Survei BI: Optimisme Konsumen Bali Tunjukkan Perlambatan

Nilai pengembangan PPN Pengambengan mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan pengembangan PPN Kejawanan yang sekitar Rp400 miliar.

Besarnya investasi, menurut Trenggono, disesuaikan dengan kapasitas kapal yang akan dilayani serta posisi Pengambengan yang dinilai strategis terhadap wilayah pengelolaan perikanan.

“Harapannya, di sini menjadi tempat premium fish yang bisa langsung ditujukan untuk ekspor,” kata Trenggono.

Pengembangan PPN Pengambengan merupakan bagian dari program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-I (IFP-IFM) dan masuk dalam proyek strategis nasional. Pembiayaan proyek bersumber dari pinjaman luar negeri Islamic Development Bank (IsDB). Kontrak pekerjaan fisik telah ditandatangani pada 7 Agustus 2026 dengan pelaksana konstruksi CRBC-Nindya Karya Joint Operation.

Data pengadaan pemerintah mencatat paket konstruksi PPN Pengambengan memiliki nilai pagu sekitar Rp1,15 triliun, dengan sumber pembiayaan dari Islamic Development Bank dan kontrak bersifat multiyears.

Baca juga:  Baik untuk Menggelar Pitra Yadnya, Berikut Ala Ayuning Dewasa 14 Februari 2026

Trenggono menargetkan pembangunan PPN Pengambengan rampung pada akhir 2028 atau awal 2029. Setelah beroperasi, pelabuhan tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas perikanan modern, bersih dan tertata.

Tidak hanya untuk kegiatan perikanan, kawasan PPN Pengambengan juga diproyeksikan memiliki potensi sebagai destinasi wisata baru. Kehadiran kawasan pelabuhan yang modern diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.

Pengembangan tersebut sekaligus memperkuat posisi Pengambengan sebagai salah satu sentra perikanan penting di Bali. Aktivitas perikanan di kawasan Pengambengan sendiri telah berlangsung sejak pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) pada 1976/1977 dan kemudian berkembang dengan berbagai fasilitas pelabuhan.

Pembangunan baru ini diarahkan untuk membawa PPN Pengambengan ke level yang lebih modern, dengan integrasi kegiatan perikanan dari pendaratan hingga pengolahan dan pemasaran.

Groundbreaking turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana. (kmb/balipost)

BAGIKAN