
GIANYAR, BALIPOST.com – Tim gabungan lintas instansi bergerak cepat menangani bencana longsor yang melumpuhkan akses utama kawasan wisata Ceking, Desa Tegallalang, Rabu (28/1). Berkat kerja sama TNI, Polri, BPBD, dan Dinas PUPR, jalur vital tersebut berhasil dibuka kembali dalam waktu beberapa jam setelah kejadian.
Bencana terjadi sekitar pukul 17.00 WITA di depan Tis Cafe, Banjar Tegallalang. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Gianyar dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tebing setinggi 14 meter ambruk. Material tanah beserta pohon cempaka berdiameter 60 cm seketika menutup badan jalan.
Satu unit mobil yang dikemudikan oleh Joko Santoso bersama tiga orang wisatawan sempat tertimpa material. Beruntung, seluruh penumpang berhasil keluar sesaat sebelum timbunan tanah menutupi kendaraan.
Selain mobil tersebut, lima unit sepeda motor yang terparkir di lokasi dilaporkan mengalami kerusakan.
Operasi pembersihan dipimpin langsung oleh Danramil 1616-06/Tegallalang, Kapten Inf. Cok Agung Semadi dan Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Wiwin Wirahadi. Pukul 18.00 WITA, tim gabungan tiba di lokasi untuk mengamankan area dan mengalihkan arus lalu lintas melalui jalur alternatif Banjar Gagah. Alat berat berupa 1 unit loader dan 2 unit dump truck dari Dinas PUPR Provinsi Bali turut diterjunkan ke lokasi.
Sekitar pukul 22.18 WITA, material berhasil disingkirkan dan jalur dinyatakan aman untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, Kamis (29/1), mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material cukup signifikan dan saat ini masih dalam proses pendataan.
”Fokus utama kami adalah keselamatan warga dan pemulihan akses publik. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, hindari parkir di dekat tebing atau pohon besar saat cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujar Ipda Suardita.
Meski jalan sudah dapat dilalui, pembersihan sisa material kecil dijadwalkan berlanjut hari ini guna memastikan kebersihan dan keamanan jalan secara menyeluruh bagi pengguna jalan dan wisatawan. (Wirnaya/balipost)










