
NEGARA, BALIPOST.com – Gelombang warga yang keluar Bali menjelang Nyepi dan Idul Fitri di Pelabuhan Gilimanuk membludak. Volume kendaraan khususnya roda empat (mobil) meningkat drastis sejak Sabtu (14/3) malam hingga Minggu (15/3) pagi pukul 10.00 WITA, mencapai Kota Negara yang berjarak sekitar 40 kilometer. Antrean hingga di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk ini merupakan yang terparah selama 10 tahun terakhir.
Aksi saling menyalip saat antrian di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk menjadi salah satu pemicu kemacetan semakin panjang. Selain itu juga masih banyaknya truk-truk yang melintas dari wilayah Timur (Denpasar) sehingga menambah panjangnya antrean di jalan utama.
Meski upaya pengaturan arus ke Pelabuhan menggunakan rekayasa lalu lintas dengan penampungan di buffer zone seluas 4 hektar dan gang-gang di Gilimanuk tidak dapat menampung membludaknya kendaraan keluar Bali.
Dengan kondisi mobilitas kendaraan yang sangat tinggi ini, patroli di sepanjang antrian dilakukan pihak pengamanan tidak lagi terfokus di Gilimanuk, melainkan juga di wilayah menumpuknya kendaraan seperti di Melaya dan Negara.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan dengan kondisi tersebut, personil yang bertugas di masing-masing pos pengamanan dan polsek dikerahkan untuk patrol di jalan Denpasar-Gilimanuk hingga ekor antrian.
Termasuk melibatkan Brimob Polda Bali di Gilimanuk untuk pengaturan lalu lintas. Terutama antisipasi kendaraan saling serobot (menyalip) di titik antrian di jalan Denpasar-Gilimanuk. Pada akhir pekan ini, selain kendaraan roda empat, volume kendaraan roda dua juga membludak bersamaan. Meskipun tahun ini diterapkan gate khusus antrian sepeda motor, membludaknya pemudik sepeda motor yang datang bersamaan menyulitkan kendaraan roda empat untuk bergerak.
Upaya pengaturan lalu lintas baik di jalan menuju Pelabuhan maupun percepatan penyeberangan juga telah dilakukan. Dengan kapal yang beroperasi 35 kapal dan 11 di antaranya menerapkan pola percepatan (tiba bongkar berangkat).
“Kami harapkan pemudik tetap mematuhi aturan petugas, jangan mengambil tindakan yang mempersulit pemudik yang lain. Gate sepeda motor jangan mengambil jalur untuk kendaraan lain, sehingga menghambat kendaraan lain,” terangnya.
Termasuk juga di jalur utama diminta untuk tidak melawan arus.
Sementara itu, data kendaraan keluar Bali selama 24 jam (periode 14 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H-7, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 54.652 orang atau naik 8,1% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 50.545 orang.
Kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-7 mencapai 10.733 unit atau naik 37,5% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 7.808 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.610 unit atau naik 0,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.577 unit.
Selain itu, total truk yang menyeberang mencapai 1.986 unit atau naik 2,3% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.941 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 503 unit atau turun 22,9% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 652 unit.
Total seluruh kendaraan tercatat 17.832 unit yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk pada H-7 atau naik 19,1% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 14.978 unit.
Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mulai dari H-10 sampai H-7 tercatat 152.224 orang atau turun 11,7% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 172.419 orang.
Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 48.877 unit atau turun 5,6% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 51.770 unit. Diperkirakan pada Minggu ini jumlah orang dan kendaraan yang keluar Bali akan bertambah. (Surya Dharma/balipost)










