Santunan - Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan dana santunan kepada 12 korban meledaknya tabung kompor jenasah di Banjar Selat Desa Belega. (BP/Wir)

GIANYAR, BALIPOST.com – Korban ledakan tabung kompor jenasah saat pelaksanaan upacara ngaben massal di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, 19 Agustus lalu, menerima santunan dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, melalui Dinas BPBD Kabupaten Gianyar kepada 12 korban, Kamis (15/9).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gianyar Ida Bagus Putu Suamba mengatakan, ledakan tabung gas saat pelaksanaan upacara ngaben massal di Desa Belega mengakibatkan setidaknya 12 orang korban dibawa ke rumah sakit. Sampai saat ini, ada 3 orang yang meninggal dunia, 5 orang luka berat dan 4 orang luka ringan. “Jadi dari musibah ini, Pemeritah Daerah turut berbelasungkawa dan memberikan bantuan dana sosial bencana,” ucap Ida Bagus Putu Suamba.

Baca juga:  Tipu Suami Ngaku Masih Gadis, Ibu Tiga Anak Dimejahijaukan  

Untuk korban meninggal dunia mendapatkan bantuan Rp 5 juta, korban luka berat Rp 3 juta, dan korban luka ringan Rp 2 juta ditambah sembako. “Korban yang total 12 orang, semua mendapatkan santunan dari pemerintah sesuai dengan anggaran dan sesuai klasifikasi bencana,” jelas Suamba.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Gianyar I Made Mahayastra didampingi Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, DPRD Gianyar Dapil Blahbatuh Ni Made Ratnadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, serta Camat Blahbatuh Wayan Gede Eka Putra di rumah korban Kadek Gian Satya Pramana, Banjar Selat Desa Belega. Di Banjar Selat, Bupati Mahayastra menyerahkan santunan kepada 8 orang korban.

Baca juga:  Tingkat Kesembuhan COVID-19 di Bali Hampir Capai 87 Persen

Penyerahan bantuan santunan korban kebakaran kompor juga dilakukan di rumah I Wayan Regig, Banjar Intaran Desa Pejeng kepada 4 korban.

Bupati Mahayastra menyampaikan turut berbelasungkawa dan berharap keluarga korban tetap tabah. Kejadian kompor jenasah meledak sebagai pelajaran yang sangat berharga.

Pihaknya melalui BPBD akan merancang regulasi standardisasi kompor pengabenan sehingga kejadian serupa tidak akan terulang lagi. “Saya selaku pemerintah dan pribadi menyatakan kami hadir dan peduli, kejadian ini memberikan pelajaran yang sangat berharga, ke depannya kita rancang regulasi standardisasi sehingga tidak terjadi kejadian seperti ini lagi,” jelas Bupati Mahayastra. (Wirnaya/Balipost)

Baca juga:  RI-SEAMEO Bahas Agenda Prioritas Pendidikan di Asean
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *